BPBD Kabupaten Cirebon Ingatkan BBWS Soal Banyaknya Sungai yang Alami Peningkatan Sedimentasi

Untuk pencegahan banjir, BPBD Kabupaten Cirebon, meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung, segera melakukan normalisasi sungai.

BPBD Kabupaten Cirebon Ingatkan BBWS Soal Banyaknya Sungai yang Alami Peningkatan Sedimentasi
hakim baihaqi/tribun jabar
Ilustrasi: Sungai Citarum, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, masih terus dikeruk untuk mengurangi sedimentasi, Sabtu (15/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Masithoh

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Untuk pencegahan banjir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung, segera melakukan normalisasi sungai.

Pasalnya, banyak sungai di Kabupaten Cirebon yang sedimentasinya menjadi tinggi akibat banjir bulan Februari.

"sementara ini BBWS tidak menganggarkan normalisasi sungai, namun hanya ada peninggian tanggul-tanggul kali," ujar Kasi Darurat dan Logistik BPBD Kabupaten Cirebon, Eman Sulaeman, saat ditemui di Sumber, Cirebon, Rabu (7/11/2018).

Ia menyayangkan BBWS tidak menganggarkan normalisasi sungai yang dianggap penting untuk dilakukan.

"Saya mengimbau ke BBWS selaku leading sectornya agar melakukan normalisasi," kata dia.

Diguyur Hujan Deras 2 Jam, Perum Bumi Rancaekek Kencana Tergenang

Bandung Hujan Deras, Arus Lalu Lintas di Sekitar Taman Radio Tersendat Gara-gara Genangan Air

Waspada Deman Berdarah Saat Musim Hujan, Ini Cara Antisipasinya Menurut Dinkes Kota Cimahi

Pascabanjir Februari lalu, BPBD hanya mengantisipasi secara darurat tanggul-tanggul yang jebol.

Hingga saat ini, ada beberapa tanggul yang masih menggunakan karung berisi pasir.

"Untuk mengantisipasi musim hujan dan peralihan dari kusim kemarau, BPBD se-Jawa Barat sudah rapat di Bandung dan hasilnya sudah disepakati bersama bahwa mulai 1 November 2018 hingga 31 Mei 2019 ditetapkan sebagai status siaga darurat bencana banjir, banjir bandang, dan tanah longsor," kata Eman.

Pencegahan dini yang dilakukan BPBD mula dari segi peralatan, semisal mobil, perahu fiber, perahu karet, dan personel.

"Mungkin nanti lebih gencarnya kepada masyarakat yaitu peringatan dini, kita akan memonitor hujan dari arah hulu di Kuningan," katanya.

Penulis: Siti Masithoh
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved