Banjir Rendam 3 Kecamatan di Tasikmalaya, 6 Orang Hanyut, Sekitar 500 Rumah Rusak

Hingga Selasa malam, Tim Emergency Response ACT Tasikmalaya melaporkan, banjir setidaknya telah menghanyutkan 6 warga lokal di 3 kecamatan tersebut.

Banjir Rendam 3 Kecamatan di Tasikmalaya, 6 Orang Hanyut, Sekitar 500 Rumah Rusak
Istimewa
Banjir merendam tiga kecamatan sekaligus di Tasikmalaya yakni Cipatujah, Karangnunggal, dan Culamega, Selasa (6/11/2018). Banjir menghanyutkan 6 warga lokal di 3 kecamatan tersebut. 

TRIBUNJABAR.ID- Hujan deras yang mengguyur ‎Kabupaten Tasikmalaya sejak Senin (5/11/2018) sore membuat arus Sungai Pasanggrahan meluap.

Akibatnya, Selasa (6/11/2018), banjir merendam tiga kecamatan sekaligus yakni Cipatujah, Karangnunggal, dan Culamega.

Hingga Selasa malam, Tim Emergency Response ACT Tasikmalaya melaporkan, banjir setidaknya telah menghanyutkan 6 warga lokal di 3 kecamatan tersebut.

“Lima di antaranya sudah ditemukan, sementara satu korban lagi masih dalam pencarian,” ujar Fauzi selaku Koordinator Tim Emergency Response ACT Tasikmalaya.

Selain merenggut korban jiwa, banjir juga merusak sejumlah infrastruktur serta sekitar 500 rumah warga.

Jembatan yang menghubungkan Desa Cipatujah dengan Desa Cindum dan Desa Ciheuras di Kecamatan Cipatujah terputus sehingga menghambat akses jalan utama.

Maria Ozawa Alias Miyabi Kecewa Diperiksa Imigrasi Bali:Saya Harap Dapat Privasi Lebih di Negara ini

Piala AFF 2018, Stefano Lilipaly Lawan Kutukan Nomor 10 di Timnas Indonesia

Banjir merendam tiga kecamatan sekaligus di Tasikmalaya yakni Cipatujah, Karangnunggal, dan Culamega, Selasa (6/11/2018). Banjir menghanyutkan 6 warga lokal di 3 kecamatan tersebut.
Banjir merendam tiga kecamatan sekaligus di Tasikmalaya yakni Cipatujah, Karangnunggal, dan Culamega, Selasa (6/11/2018). Banjir menghanyutkan 6 warga lokal di 3 kecamatan tersebut. (Istimewa)

BPBD Kabupaten Tasikmalaya mendata, dampak terparah banjir berada di Kecamatan Culamega. Air banjir merendam rumah warga hingga setinggi 2 meter atau seatap rumah.

Tidak hanya itu, banjir juga disertai longsor yang menewaskan 2 warga serta merobohkan tiang listrik.

“Malam ini, di Culamega mati listrik, jalan juga susah dilalui. Lalu korban jiwa di kecamatan ini saja 4 orang, dari total 5 orang yang terdata. Tim gabungan ACT, BPBD, dan tim SAR mendata banyak warga Culamega mengungsi. Rata-rata dari mereka mengungsi ke rumah saudaranya yang tidak terkena dampak banjir,” kata Fauzi.


Ia menambahkan, timnya masih terus berkoordinasi dengan BPBD dan tim SAR untuk mendata kebutuhan para pengungsi.

Koordinasi tersebut dipusatkan di posko gabungan yang berada di Kecamatan Cipatujah. Nantinya, ungkap Fauzi, timnya akan mendirikan posko di wilayah Culamega yang terkena dampak banjir paling signifikan.

“Insya Allah, kami akan dirikan posko di Culamega. Besok kan akan datang 5 personil tambahan dari Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) di Bandung. Apa-apa yang dibutuhkan warga sudah kami data sehingga bisa memudahkan tim untuk pendistribusian logistik dan pangan dari posko,” ujar Fauzi.

Menurutnya, saat ini para pengungsi amat membutuhkan makanan siap santap, pakaian, selimut, obat-obatan, dan perlengkapan kebersihan. Mesin steam juga diperlukan untuk membersihkan rumah dan fasilitas umum.
 

Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved