DPRD Sumedang Nilai Sebagian Besar Investor Hanya Mementingkan Keuntungan

Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Sumedang, Dadang Romansyah, menduga, sebagian besar investor saat ini, hanya mementingkan keuntungan

DPRD Sumedang Nilai Sebagian Besar Investor Hanya Mementingkan Keuntungan
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Akses menuju lokasi pembangunan perumahan Kampung Geulis di Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumedang, Dadang Romansyah, menduga, sebagian besar investor di Kabupaten Sumedang, saat ini, hanya mementingkan keuntungan, dibandingkan menyelamatkan lingkungan yang berujung merugikan masyarakat.

Untuk itu, ia mengimbau, kepada seluruh investor yang berada di Kabupaten Sumedang, untuk mematuhi aturan, meminimalisir dampak terhadap masyarakat.

"Harus fokus terhadap penyelamatan terhadap warga, artinya antisipasi terhadap keberlangsungan masyarakat sekitar," kata Dadang saat ditemui di kantor pemasaran Kampung Geulis, Jalan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Selasa (6/11/2018).

Dadang mengatakan, diawal musim penghujan saat ini, pembangunan sarana komersil yang dilakukan tanpa memperhatikan lingkungan sekitar, hanya akan menimbulkan permasalahan baru.

"Maka dari itu, bagi investor agar mematuhi permasalahan perizinan kepada pemerintah setempat, setelah itu, diperbolehkan untuk mengambungan kembali sarana komersil," katanya.

BREAKING NEWS: Banjir Terjang Kawasan Pangandaran Ada Tiang Listrik Korsleting dan Sekolah Tergenang

Trik Mengecek WhatsApp yang Dibajak Atau Disadap, Mudah Lho, Ikuti Petunjuknya

Komisi B DPRD Sumedang Minta Pengembang Tidak Melanjutkan Pembangunan Perumahan Ini

Pada Selasa (23/10/2018) sekira pukul 16.30 WIB, setelah hujan mengguyur wilayah tersebut, limpahan air beserta lumpur dari wilayah hulu atau sekitar lokasi pembangunan perumahan Kampung Geulis, menerjang permukiman penduduk.

Setidaknya, puluhan rumah di RT 3/6 Dusun Cipareuag, terendam akibat banjir lumpur tersebut, beruntung, banjir yang pertama kali terjadi itu, tidak menimbulkan korban jiwa.

Dadang mengatakan, kejadian yang terjadi di Dusun Cipareuag, menjadi peringatan bagi pihak DPRD untu meningkatkan pengawasan dan pemerintah tidak memberikan izin tanpa kajian.

"Ketika ada hal yang diduga membahayakan, masyarakat diminta segera melapor," katanya.

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved