Atalia Praratya Dorong Disindag Carikan Pasar untuk Produk Kriya

Banyak produk kriya di Jawa Barat yang potensial, ucap Atalia Praratya, tetapi belum dipasarkan secara baik.

Atalia Praratya Dorong Disindag Carikan Pasar untuk Produk Kriya
Tribun Jabar/Yongky Yulius
Ketua Dekranasda Jabar Atalia Praratya hadir pada acara bertajuk 'Pemecahan Rekor Muri Semarak Berbusana Batik DPD Perkumpulan Perempuan Wirausaha Indonesia (Perwira)', di halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (9/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Jawa Barat, Atalia Praratya, mengatakan saat ini kondisi industri kriya di Jawa Barat berjalan cukup baik.

Itu bukan berarti tanpa ancaman. Menurut Atalia Praratya, industri ini mati jika tidak ada regenerasi atau penerusnya.

Karena itu, ia berharap pemerintah daerah, baik di level provinsi atau kabupaten dan kota memiliki program pembinaan pelaku industri kriya.

"Ketika yang punya usaha habis masanya, tidak ada yang melanjutkan (usaha kriya bisa mati). Harapan saya, pembinaan terus berlangsung," ujarnya.

Banyak produk kriya di Jawa Barat yang potensial, ucap Atalia Praratya, tetapi belum dipasarkan secara baik.

Siaran Langsung Liga Champions di RCTI Inter Milan vs Barcelona, Tim Tamu Bisa Raih Tiket 16 Besar

Cerita Pilot Berhasil Mendaratkan Pesawat di Sungai Bengawan Solo, Semua Penumpang Selamat

"Harapan kami, inovasi ini bisa muncul, sehingga hasil karya perajin kriya tidak itu-itu lagi," ujarnya.

Ia juga mengatakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disindag) serta Dinas Koperasi dan UMKM memiliki tanggung jawab mendorong industri kriya masyarakat bisa bergerak maju. Di antaranya melalui pelatihan UMKM.

"Kami Dekranasda juga mendorong sejauh mana masyarakat paham dan kami akan cari sasaran (pasar) yang belum tersentuh," kata Atalia Praratya.

Selain itu, Disindag juga melakukan riset pasar untuk mendukung program Satu Perusahaan Satu Desa.

Riset tersebut termasuk mencari pasar produk kriya agar Disindag tahu jenis kriya yang dibutuhkan pasar.

"Itu yang kami dorong adalah mencari pasar, bukan produksi. Bagaimana cari pasar, baru produksi. Ini yang intelejen marketnya dulu yang kami coba," ujarnya.


Penulis: Theofilus Richard
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved