Selain Permasalahan Akses dan Pasokan Listrik, Warga Dusun Cisoka Keluhkan Minimnya Pendapatan

Dalam satu pekan melakukan pemetikan teh, Maemunah bercerita, ia hanya mampu meraup pundi-pundi rupiah sebesar Rp 50 ribu saja.

Selain Permasalahan Akses dan Pasokan Listrik, Warga Dusun Cisoka Keluhkan Minimnya Pendapatan
Tribun Jabar/ Hakim Baihaqi
Dusun Cisoka merupakan sebuah kampung di lokasi tertinggi di Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Sejumlah permasalahan dirasakan oleh pemetik teh perkebunan Margawindu di Dusun Cisoka, Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, salah satunya minim pendapatan.

Salah satu pemetik teh yang merasakan kesulitan tersebut, yakni Maemunah (50), warga Dusun Cisoka, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, selama hampir 30 tahun menjadi pemetik teh, kesejahteraan masih belum ia rasakan hingga saat ini.

Dalam satu pekan melakukan pemetikan teh, Maemunah bercerita, ia hanya mampu meraup pundi-pundi rupiah sebesar Rp 50 ribu saja.

"Dalam seminggu, hanya dua kali pemetikan saja, itu dapat 50 kilogram, per 10 kilogram itu Rp 10 ribu," kata Maemunah di Dusun Cisoka, Minggu (4/11/2018).

Dengan penghasilan sebesar itu, kata Maemunah, uang tersebut hanya mampu digunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari, bahkan terpaksa meminjam uang kepada pengepul teh.

"Sudah pasrah saja, yang penting masih bisa hidup," katanya.

Maemunah mengatakan, akibat hal tersebut, satu orang anaknya, terpaksa putus sekolah, karena tidak memiliki anggaran untuk pendidikan.

Terkendala Pembebasan Lahan untuk Selesaikan Banjir Melong, DPKP Klaim Bukan Masalah Harga

"Kalau sekolah harus di luar Cisoka, ongkosnya mahal, kalau di sini ada sekolah kayanya cukup," katanya.

Halaman
12
Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved