Mengintip Pesisir Utara Karawang, Mandi Cuci di Sungai, Intrusi Air Laut, Hingga Mencari Udang

Air bersih di desa itu rata-rata sudah terkena intrusi air laut sehingga air tanah yang disedot mesin pompa warga terasa asin.

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG - Butuh waktu sekitar tiga jam perjalanan menuju Pantai Tanjung Pakis, Desa Tanjung Pakis, Kecamatan Pakis Jaya, Kabupaten Karawang.

Pantai itu sejak sepekan terakhir jadi posko pencarian pesawat Lion Air yang jatuh di perairan Karawang, Senin (29/11).

Jarak pantai menuju titik lokasi diduga jatuhnya pesawat memerlukan waktu sekitar 1 jam.

Sepanjang perjalanan dari pusat kota Kabupaten Karawang, jalanan cukup baik dengan kondisi beton selebar kurang lebih 6 meter.

Sepanjang perjalanan itu pula, sungai yang dijadikan saluran irigasi membentang hingga ke muara sungai ‎di Pantai Tanjung Pakis.

Di titik tertentu, bibir permukaan saluran sungai hampir rata sejajar dengan jalan raya hingga tidak jarang, air meluber dan menggenang jalan.

Di sepanjang saluran irigasi itu, pemandangan yang selalu hampir ada. Akifitas warga mencuci pakaian,mandi hingga mencuci perabotan rumah tangga dilakukan di pinggiran sungai.

Tidak jarang, "helikopter", bilik selebar 1 meter persegi di pinggir sungai yang kerap digunakan untuk buang air besar terpasang di sejumlah titik di pinggir saluran itu.

Pantauan Tribun pada Kamis (2/11), warga mencuci pakaian dan perabotan rumah tangga. Air sungai tampak bening kecoklatan.

Halaman
12
Penulis: Mega Nugraha
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved