Chef Juna Sempat Kesakitan Sampai Mati Syaraf Jari Tangan Gara-gara Kena Blender

Chef Juna Rorimpandey merupakan salah satu celebrity chef yang tak asing lagi di dunia kuliner dan hiburan Tanah Air.

Editor: Widia Lestari
Kolase Tribun Jabar
Chef Juna 

TRIBUNJABAR.ID - Chef Juna Rorimpandey merupakan salah satu celebrity chef yang tak asing lagi di dunia kuliner dan hiburan Tanah Air.
 

Nama Juna Rorimpandey mulai melambung sejak menjadi juri pada acara memasak Masterchef yang ditayangkan di salah satu stasiun televisi swasta.
 

Berkat pembawaannya yang nampak arogan dan komentar-komentar pedasnya terhadap para kontestan memasak, pemilik nama Junior Rorimpandey itu pun dikenal sebagai juri yang galak.
 

Koki spesialis masakan Prancis dan Jepang ini diketahui menghabiskan masa belajar masak-memasak selama 12 tahun di luar negeri.
 

Menekuni profesi sebagai koki ternyata diakui Juna Rorimpandey tidak terlepas dari insiden atau kecelakaan kerja.
 

Hal itu disebutkannya saat menjadi bintang tamu dalam acara Untung Ada Tora yang diunggah pada Jumat (2/11/2018).
 

Koki berusia 43 tahun itu pun menceritakan pengalamannya saat mengalami kecelakaan dengan salah satu alat dapur.
 

Kala itu, chef Juna masih bekerja di sebuah restoran di Amerika.
 

"Restoran lagi ramai banget nih weekend, Sabtu malam, capai banget semua anak-anak," ucap chef Juna seperti dikutip Grid.ID.
 

"Giliran bersih-bersih, power handblender yang besi lupa dicabut dulu, pas lagi ngelap dia slip. Jadi pas slip gua nangkep, ternyata (jari) masuk dan ini abis semua," tutur chef Juna sembari memperlihatkan ruas pertama jari telunjuk dan jari tengahnya.
 

Akibat insiden itu pula, saraf pada ruas pertama jari telunjuk dan jari tengah di tangan kirinya mati.
 

"Ini sarafnya mati dua ini," sambungnya lagi.
 

Ia pun sempat dilarikan ke emergency room di salah satu rumah sakit di Amerika.

Nahasnya, chef Juna mengaku tak menebus obat penghilang rasa sakit lantaran harganya mahal. Akibatnya, chef Juna harus menahan rasa sakit yang mengakibatkannya tidak dapat tidur.
 

"Selesai jahit ditanya, 'Kamu mau bawa obat pulang gak? Tapi kan kita mikirnya lagi gak ada insurance, painkiller mahal, ya udah lah dipikir masih keren kan abis dibius."
 

"Malemnya dong, rasanya itu kayak Tom dan Jerry yang kena palu. Ga bisa tidur sampai pagi, beneran parah itu," tandas Juna Rorimpandey.
 

Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved