Lion Air JT610 Jatuh

Kisah Syahrul Anto Penyelam yang Tewas, Tinggalkan Kantor Berbulan-bulan demi Misi Kemanusiaan

Syahrul Anto, penyelam yang meninggal dunia saat mengevakuasi paket jenazah korban pesawat Lion Air PK-LQP dikenal sangat baik.

Kisah Syahrul Anto Penyelam yang Tewas, Tinggalkan Kantor Berbulan-bulan demi Misi Kemanusiaan
tribun jatim/nurika anisa
Jenazah anggota Diver Rescue Syahrul Anto (48) di rumah duka Jalan Bendul Merisi Gang VIII no 41 Surabaya, Sabtu (3/11/2018). 

TRIBUNJABAR.ID, SURABAYA - Syahrul Anto, penyelam yang meninggal dunia saat mengevakuasi paket jenazah korban pesawat Lion Air PK-LQP dikenal sangat baik. 

Hal ini seperti yang ditulis  di akun Facebook atas nama Yosep Safrudin, yang diduga rekan tim penyelam, sekitar pukul 00.30 WIB.

Awalnya, akun ini mengabarkan duka tersebut.

"Innalillahi wa innailaihi rojiuun

Pahlawan kemanusiaan yang sangat mulia

Terlibat beberapa kali evakuasi korban pesawat Lion, Airasia, dan Kapal Pelni

Harus berakhir jatah rezekinya di alam fana ini, di Perairan Karawang saat mengevakuasi beberapa paket jenazah (Lion Air) JT 610," tulis akun Yosep Safrudin.

Menurutnya, Syahrul Anto adalah divers yang sangat berpengalaman. 

Dia tanpa lelah dan rela meninggalkan perusahaan sampai berbulan-bulan demi ikut berpartisipasi dalam misi kemanusiaan. 

Dia bahkan baru satu minggu kembali dari Palu untuk membantu korban gempa dan tsunami. 

Diakui, Yosep, Syahrul Anto meminta dia menjemputnya di Bandara Halim Perdanakusuma dua hari lalu untuk bisa ikut membantu mengevakuasi korban Lion Air

Halaman
123
Editor: Ravianto
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved