Warga di Garut Minta Spanduk Caleg di Depan Sekolah Ditertibkan

Spanduk calon anggota legislatif (caleg) terpasang di sejumlah kawasan lembaga pendidikan. Padahal dalam aturan penetapan alat peraga kampanye

Warga di Garut Minta Spanduk Caleg di Depan Sekolah Ditertibkan
Tribunjabar/Firman Wijaksana
Spanduk salah satu caleg terpasang di samping gerbang SMPN 1 Tarogong Kaler, Jalan Samarang, Garut, Rabu (31/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Spanduk calon anggota legislatif (caleg) terpasang di sejumlah kawasan lembaga pendidikan. Padahal dalam aturan penetapan alat peraga kampanye (APK) dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Garut, lembaga pendidikan menjadi salah satu tempat yang dilarang.

Spanduk yang berisi foto, nama, dan nomor urut caleg salah satunya terpasang di depan SMPN 1 Tarogong Kaler. Lokasinya berada di Hampor tepatnya di pertigaan Jalan Patriot dan Jalan Samarang.

Kim Kurniawan Kembali Main 90 Menit Setelah Cedera Panjang, Begini Perasaannya

Di samping SMPN 1 Tarogong Kaler terdapat kampus Universitas Garut. Selain pemasangan spanduk yang tak beraturan, spanduk caleg itu menutup pagar sekolah.

Selain di kawasan Hampor, spanduk caleg juga banyak ditemui di Bundaran Tarapong. Banyak spanduk yang terpasang di depan SDN Gentra Masekdas Tarogong.


Spanduk-spanduk para caleg itu dikeluhkan warga. Pemasangan spanduk dinilai tak mencerminkan calon seorang pemimpin.

Reni Susianti (39), orang tua siswa SDN Gentra mengaku keberadaan spanduk caleg di depan sekolah merusak pemandangan. Apalagi spanduk itu dipasang di depan sekolah.

"Harusnya bisa cepat ditertibkan. Masa di depan sekolah ada spanduk caleg. Ini kan sekolah bukan tempat kampanye," ujar Reni, Rabu (31/10/2018).


Ketua KPU Garut, Hilwan Fanaqi, mengatakan terdapat perubahan aturan pemasangan APK. Awalnya di pinggir jalan seputaran bundaran diperbolehkan memasang APK. Tapi setelah perubahan aturan, tidak diperbolehkan.

"Intinya APK boleh dipasang ditempat umum. Kecuali di beberapa titik. Kalau di lembaga pendidikan jelas dilarang. Terus di tempat ibadah termasuk halamannya itu tidak boleh pasang APK," kata Hilwan di Kantor KPU Garut.

Selain sekolah dan tempat ibadah, sejumlah tempat yang dilarang pemasangan APK caleg yakni rumah sakit, gedung pemerintah, trotoar, taman kota, dan taman kecamatan.

Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved