Kerap Dilintasi Kendaraan Besar, Salah Satu Penyebab Aspal Bergelombang di Jalan Bandung-Cirebon

Penyebab kerusakan di antaranya, faktor pondasi di Jalan Raya Bandung-Cirebon wilayah Jatinangor, jauh lebih rendah, sehingga rentan bergelombang.

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Sumedang, menyebutkan, aspal yang bergelombang di Jalan Raya Bandung-Cirebon, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, salah satu penyebabnya adalah sering dilintasi oleh kendaraan besar.

Kepala Seksi Perencanaan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Sumedang, Hari Bagia, mengatakan, kendaraan besar pun dianggap berpengaruh menyumbang kerusakan jalan yang terjadi di Jalan Raya Bandung - Cirebon.

"Dengan beban sebesar itu, mobil biasanya berjalan pelan dan ngerem di tanjakan atau turunan, hal tersebut menyebabkan perubahan aspal," kata Hari saat dihubungi, Rabu (31/10/2018).


Selain itu, Hari mengatakan, penyebab kerusakan di antaranya, faktor pondasi di Jalan Raya Bandung-Cirebon wilayah Jatinangor, jauh lebih rendah, sehingga rentan bergelombang.

"Bisa saja faktor pondasi, yang di Cadas Pangeran cenderung lebih kuat, sedangkan dari pamulihan hingga jatinangor mudah bergelombang, maka dari itu harus diuji di laboratorium dan kewenangannya ada di Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN)," katanya.

Kondisi aspal di sebagian ruas Jalan Raya Cirebon-Bandung, tepatnya di wilayah Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, tampak bergelombang dan berlubang, sehingga membahayakan para pengendara.

Dari pantauan Tribun Jabar, Rabu (31/10/2018), aspal jalan bergelombang tersebut bervariasi, mulai dari kedalaman empat centimeter dan hingga delapan centimeter.

Regina Sudah Bulat untuk Cerai dengan Charly, Satu di Antara Alasannya Sering Dapat Tekanan

Belum lagi, jalur penghubung antar kota ini pun kerap dilintasi oleh sejumlah kendaraaan besar atau truk pengangkut material pasir dan batu, truk tersebut berjenis fuso hingga tronton.

Akibatnya, pengendara yang melintas dari arah Bandung menuju Cirebon atau juga sebaliknya, terpaksa mengurangi laju kecepatan kendaraan untuk menghindari beberapa titik gelombang di Jalan Raya Bandung-Cirebon.

Antrean kendaraan pun kerap terjadi di ruas jalan tersebut, terutama pada waktu pagi serta sore hari, panjang antrean pun hingga mencapai satu kilometer, yakni dari pertigaan Cikuda hingga Seberang Kampus Ikopin Jatinangor.

Bom Ikan di Saku Meledak saat Kepergok Curi Motor, Korip Hanya Bisa Meringkuk di Puskesmas

Ini yang Dikatakan Kapten Bali United Setelah Berhasil Curi Poin dari Persib Bandung di Batakan

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved