Aspal Jalan Bergelombang, Kecelakaan Kerap Terjadi di Jalan Raya Bandung-Cirebon

Aspal jalan bergelombang tersebut bervariasi, mulai dari kedalaman empat centimeter dan hingga delapan centimeter.

Aspal Jalan Bergelombang, Kecelakaan Kerap Terjadi di Jalan Raya Bandung-Cirebon
Tribun Jabar/ Hakim Baihaqi
Kondisi aspal jalan yang bergelombang di ruas Jalan Raya Bandung-Cirebon, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Warga Kabupaten Sumedang menyebutkan, beberapa kecelakaan lalu lintas kerap terjadi di ruas Jalan Raya Bandung-Cirebon, yang berada di Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Bandung.

Kecelakaan terjadi, akibat beberapa titik Jalan Raya Bandung-Cirebon bergelombang serta berlubang, sehingga menghambat laju kendaraan dari arah Bandung menuju Cirebon atau sebaliknya.

Hendi (40) Warga Kampung Cikuda, Desa Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor, ketika ditemui di sekitar lokasi jalan bergelombang, mengatakan, kecelakaan yang terjadi, sebagian besar menimpa kendaraan roda dua.


Kecelakaan tersebut akibat dari pengendara yang tidak mengetahui adanya gelombang aspal serta minimnya penerangan jalan umum (PJU) di beberapa titik jalan.

"Mereka kaget karena ngerem mendadak saat melihat gelombang, oleng lalu jatuh," kata Hendi kepada Tribun Jabar di Jalan Raya Bandung-Cirebon, Rabu (31/10/2018).

Dari pantauan Tribun Jabar, Rabu (31/10/2018), aspal jalan bergelombang tersebut bervariasi, mulai dari kedalaman empat centimeter dan hingga delapan centimeter.

Belum lagi, jalur penghubung antar kota ini pun kerap dilintasi oleh sejumlah kendaraaan besar atau truk pengangkut material pasir dan batu, truk tersebut berjenis fuso hingga tronton.

Akibatnya, pengendara yang melintas dari arah Bandung menuju Cirebon atau juga sebaliknya, terpaksa mengurangi laju kecepatan kendaraan untuk menghindari beberapa titik gelombang di Jalan Raya Bandung-Cirebon.

Ridwan Kamil Siap Jadi Marketing BUMN dan Jika Diizinkan akan Bentuk Komunitas BUMN Jabar

Antrean kendaraan pun kerap terjadi di ruas jalan tersebut, terutama pada waktu pagi serta sore hari, panjang antrean pun hingga mencapai satu kilometer, yakni dari pertigaan Cikuda hingga Seberang Kampus Ikopin Jatinangor.

Salah seorang pengendara, Yayat Somantri (54), mengatakan, kondisi bergelombangnya aspal tersebut dianggap membahayakan, terutama bagi pengendara sepeda motor.

"Guncangan motor sangat terasa kalau lewat jalan bergelombang ini, lebih bahaya kalau berkecepatan tinggi, takut jatuh," kata Yayat di Jalan Raya Bandung-Cirebon, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Rabu (31/10/2018).

Sebelum Dieksekusi Mati, Tuti Tursilawati Masih Lancar Berkomunikasi dengan Keluarganya

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved