Aspal Bergelombang di Jalan Bandung-Garut Banyak Makan Korban, Warga Berharap Segera Diperbaiki

Warga menyebut, jalan tersebut sudah beberapa kali mengalami perbaikan, namun tidak bertahan lama dan kembali bergelombang.

Aspal Bergelombang di Jalan Bandung-Garut Banyak Makan Korban, Warga Berharap Segera Diperbaiki
Tribun Jabar/ Hakim Baihaqi
Kondisi aspal jalan yang bergelombang di ruas Jalan Raya Bandung-Cirebon, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Warga dan pengendara berharap, aspal yang bergelombang dibeberapa titik Jalan Raya Bandung-Cirebon, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, dapat segera diperbaiki.

Lantaran, kenyamanan pengendara saat melintasi jalan Raya Bandung-Cirebon, kerap tertanggu, bahkan beberapa kecelakaan pun kerap terjadi, terutama menimpa pengendara roda dua.

"Ini kan jalan ramai, bahaya kalau kerusakannya terus dibiarkan. Belum lagi, truk-truk besar juga banyak sekali yang melintas," kata salah seorang pengendara, Yayat Somantri (54), di Jalan Bandung-Cirebon, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Rabu (31/10/2018).


Warga sekitar Jalan Bandung-Cirebon, menyebutkan, jalan tersebut sudah beberapa kali mengalami perbaikan, namun tidak bertahan lama dan kembali bergelombang.

Hendi (40), Warga Kampung Cikuda, Desa Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor, mengatakan, Jalan Raya Bandung-Cirebon, adalah akses utama bagi kampung tersebut untuk berpergian, sehingga menyangkan bila dibiarkan.

"Kejadian kecelakaan biasa terjadi pada malam hari, karena sedikit penerangan, biasanya pemotor itu tidak tahu kondisi jalan," katanya.

Dari pantauan Tribun Jabar, Rabu (31/10/2018), aspal jalan bergelombang tersebut bervariasi, mulai dari kedalaman empat centimeter dan hingga delapan centimeter.

Orangtua Korban Jatuhnya Lion Air JT610 Sudah Menjalani Test DNA, Ini Perkiraan Waktu Hasilnya

Belum lagi, jalur penghubung antar kota ini pun kerap dilintasi oleh sejumlah kendaraaan besar atau truk pengangkut material pasir dan batu, truk tersebut berjenis fuso hingga tronton.

Akibatnya, pengendara yang melintas dari arah Bandung menuju Cirebon atau juga sebaliknya, terpaksa mengurangi laju kecepatan kendaraan untuk menghindari beberapa titik gelombang di Jalan Raya Bandung - Cirebon.

Antrean kendaraan pun kerap terjadi di ruas jalan tersebut, terutama pada waktu pagi serta sore hari, panjang antrean pun hingga mencapai satu kilometer, yakni dari pertigaan Cikuda hingga Seberang Kampus Ikopin Jatinangor.

Keluarga Kecewa Kerajaan Arab Saudi Eksekusi Mati Tuti Tursilawati Tanpa Pemberitahuan

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved