Insiden Pembakaran Bendera di Garut

Dua Pembakar Bendera di Garut Ditetapkan sebagai Tersangka

Penetapan tersangka ini menyusul penetapan tersangka bagi US, pembawa bendera Hizbut Thahrir Indonesia.

Dua Pembakar Bendera di Garut Ditetapkan sebagai Tersangka
Tribun Jabar/Firman Wijaksana
Tiga orang yang membakar bendera di Kecamatan limbangan meminta maaf atas insiden yang terjadi saat peringatan Hari Santri Nasional di Mapolres Garut, Selasa (23/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jabar menetapkan dua pembakar bendera Hizbut Thahrir Indonesia (HTI) pada peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Alun-alun Kecamatan Limbangan Kabupaten Garut, Senin (22/10) sebagai tersngka.

"Betul, keduanya sudah diperiksa sebagai tersangka," ujar Direktur Ditreskrimsus Polda Jabar Kombes Umar Surya Fana via ponselnya, Selasa (30/10).

Pembakar bendera berinisial M dan F. Penetapan tersangka ini menyusul penetapan tersangka bagi US, pembawa bendera Hizbut Thahrir Indonesia.

Semua tersangka dijerat Pasal 174 KUH Pidana tentang mengganggu rapat terbuka yang tidak terlarang.

"Semua tersangka tidak ditahan karena ancaman pidana di Pasal 174 KUH Pidana di bawah 5 tahun," katanya.

Penyidik memiliki pertimbangan sendiri menetapkan pembakar bendera sebagai tersangka.

Menurutnya, pembakar bendera turut membuat gaduh apel peringatan HSN.

"Kegiatan pembakrn benera HTI masih dalam rangkaian pelaksanaan upacara yang berlangsung sehingga dianggap mengganggu pelaksanaan upacara HSN," ujar Umar. (men)

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved