BPJS Kesehatan Butuh Dana Kas Rp 7,2 Triliun, yang Dimiliki Sekarang Hanya Rp 154 Miliar

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fahmi Idris mengatakan, dalam lima hari ke depan pihaknya memiliki utang yang telah jatuh tempo sebesar Rp 7,2 triliun.

BPJS Kesehatan Butuh Dana Kas Rp 7,2 Triliun, yang Dimiliki Sekarang Hanya Rp 154 Miliar
DOK. TRIBUN PONTIANAK
PELAYANAN BPJS -- Warga menunggu giliran untuk mendapatkan pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Direktur Utama BPJS Kesehatan Fahmi Idris mengatakan, dalam lima hari ke depan pihaknya memiliki utang yang telah jatuh tempo sebesar Rp 7,2 triliun.

DIkutip Tribun Jabar dari Kontan.co.id, utang tersebut akan terus berkembang, dan sejak Senin (29/10) sudah mencapai Rp 5,9 triliun.

Sementara, utang yang telah jatuh tempo di lima hari ke depan mencapai Rp 1,3 triliun.

Pimpinan BPJS Kesehatan Belum Diajak Rapat Bahas soal Rencana Subsidi dari Pemerintah

Menkes Wacanakan Naikkan Iuran Anggota untuk Tutupi Defisit BPJS Kesehatan

Tragedi Jatuhnya Lion Air JT 610 Jadi Sorotan Media India, Sebelumnya Pilot Unggah Foto Bareng Istri

"Jadi, dalam lima hari ke depan kami membutuhkan cash (dana tunai) mencapai Rp 7,2 triliun," katanya dalam rapat bersama Komisi IX di Gedung DPR MPR.

Jumlah tersebut, masih sangat jauh dari dana cash yang dimiliki BPJS Kesehatan saat ini yang hanya sebesar Rp 154 miliar.

Sehingga, per lima hari ke depan BPJS Kesehatan memerlukan dana cash Rp 7,04 triliun.

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul "BPJS Kesehatan hanya punya dana cash Rp 154 miliar"

Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved