Sambil Membekap Korban yang Dia Tusuk Wahid Berkata Tidak Ada Apa-apa ke Warga yang Mendatangi Rumah

Teriakan korban ternyata mengundang masyarakat berdatangan ke rumah tersebut dan menanyakan ada apa kenapa ribut-ribut

Sambil Membekap Korban yang Dia Tusuk Wahid Berkata Tidak Ada Apa-apa ke Warga yang Mendatangi Rumah
(Tribun Medan dan Facebook)
Janda berinisial IL (40) ditemukan tewas berlumuran darah di sebuah perumahan di Kelurahan Sumber Mulyo Rejo, Binjai Timur, Binjai, Sumatera Utara pada Minggu (21/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan Sofyan Akbar

TRIBUNJABAR.ID, MEDAN - Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto melakukan paparan di Loby Adhi Pradana Polda Sumut tentang pembunuhan janda anak satu oleh kekasih gelapnya Sofyan Wahid.

Orang nomor satu di Polda Sumut ini menceritakan pembunuhan Indri Lestari (30) atau IL warga Jalan Sumber Mulia Rejo, Kecamatan Binjai Timur berawal pada Sabtu (20/10/2018) di mana tersangka Sofyan Wahid warga Dusun II, Desa Pematang Cermai, Kabupaten Sergai dan Indri (korban) janjian untuk bertemu di Binjai.

Setelah mereka bertemu ditempat yang dijanjikan, kata Agus, tersangka dan korban menuju rumah kosong milik kakak korban yang berada di Kelurahan Sumber Mulyorejo.

"Mereka sempat singgah sebentar ke kedai untuk membeli sebotol Aqua dan permen kiss," ujarnya.

Di hari yang sama sekitar pukul 10.15 WIB, sambung Agus, mereka berdua tiba di rumah kosong milik kakak korban dan menyuruh tersangka untuk pura-pura pergi dan tiga menit kemudian baru masuk ke rumah kakak korban.

"Setelah tiga menit, tersangka langsung masuk ke rumah kosong milik kakak korban dengan sepeda motor yang dikenakan tersangka. Kemudian korban mengunci pintu rumah dari dalam. Dan mereka pun masuk ke dalam kamar," ujarnya.

Masih dikatakan mantan Wakapolda Sumut ini, saat di kamar mereka sudah saling membuka baju dan terjadi beberapa percakapan yang berujung kepada percekcokan.

"Jadi saat di kamar, korban meminta uang kepada tersangka sebanyak Rp 2 Juta untuk membayar cicilan di pegadaian. Namun tersangka tidak bisa memenuhi permintaan korban," katanya seraya menyatakan sebelum pertemuan ini, korban sudah meminta uang Rp 2 Juta kepada tersangka.

Saat itu, tersangka membujuk korban namun korban tetap tidak terima dan berkata bahwa korban tidak mau lihat tampang tersangka lagi, sambil mengambil sebilah pisau di bawah laci dan kemudian menghunuskan ke arah tersangka.

Halaman
123
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved