Murid Korban Penganiayaan Guru SDnya di Garut Akan Diberi Trauma Healing

Disdik Garut akan bekerja sama dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Garut dalam memulihkan trauma murid.

Murid Korban Penganiayaan Guru SDnya di Garut Akan Diberi Trauma Healing
kompas.com/ERICSSEN
Ilustrasi penganiayaan 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut akan memberikan trauma healing kepada murid SDN Sukamanah 3, Kecamatan Bayongbong, yang menjadi korban penganiayaan guru berinisial DS (58).

Kepala Bidang SD Disdik Kabupaten Garut, Ade Manadin, mengatakan, pihaknya akan fokus untuk memulihkan trauma murid.

Apalagi murid yang menjadi korban penganiayaan ketakutan jika bertemu DS.


"Kalau kami di bidang SD hanya fokus ke peserta didik. Untuk guru nanti sama bidang pegawaian. Kami tangani trauma muridnya dulu biar mentalnya pulih," ucap Ade di Kantor Disdik Garut, Kami (25/10/2018).

Pihaknya akan bekerja sama dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Garut dalam memulihkan trauma murid.

Jangan sampai murid menjadi beban saat melihat guru tersebut.

"Jika sudah pulih akan belajar biasa. Nanti soal guru ada di bidang kepegawaian. Hari Senin akan layangkan surat ke P2TP2A," katanya.

Ade juga meminta kepada kepala sekolah sebagai pimpinan harus memantau aktivitas murid dan guru setiap harinya.

Teguran harus diberikan jika sanksi yang diberikan guru kepada murid sudah melebihi batas.

Ini Dia Dua Menu yang Bisa Anda Kreasikan dengan Si Rempah Mahal, Saffron

Sebelumnya, seorang guru di SDN Sukamanah 3 melakukan penganiayaan kepada murid kelas 3. Guru berinisial DS (58), kesal lantaran siswa tak bisa berhitung perkalian.

Neneng Muslimah (29), orang tua murid, menyebut sudah beberapa hari anaknya tak mau sekolah. Anaknya yang bernama Handi (9), awalnya tak mengaku jika sering dipukul oleh gurunya.

"Setelah beberapa hari enggak sekolah saya tanya ke orang tua murid lain. Ternyata sama anak yang lain enggak mau sekolah juga," ujar Neneng di Polsek Bayongbong, kemarin.

Kisah Dokter Ikhlas dari Medan, Aznan Lelo: Pasien Dimarahi Kalau Nanya Berapa Biayanya

Uniknya Pameran Animasi Digital France Emotion di Bandung, Pakai Aplikasi Hasil Foto Bisa Hidup

Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved