Lindungi Petani, Eddy Soeparno Minta Pemda Cianjur Tak Korbankan Lahan Tani Jadi Perumahan

Sekjen PAN, Eddy Soeparno menegaskan kepada pemerintah Kabupaten Cianjur untuk tidak mengurangi lahan-lahan produktif pertanian.

Lindungi Petani, Eddy Soeparno Minta Pemda Cianjur Tak Korbankan Lahan Tani Jadi Perumahan
ISTIMEWA
Sekjen Partai Amanat Nasional sekaligus calon anggota DPR RI dapil Jabar III, Eddy Soeparno saat turun ke dapil untuk menyerap aspirasi warga Cianjur 

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PAN, Eddy Soeparno menegaskan kepada pemerintah Kabupaten Cianjur untuk tidak mengurangi lahan-lahan produktif pertanian.

Mengingat status Kabupaten Cianjur sebagai lumbung padi di wilayah Jawa Barat.

"Kita harus tegas bersikap, kita perlu meminta pemda (pemerintah daerah) untuk tidak melakukan pengurangan lahan produktif lumbung padi," tegas Calon anggota DPR RI dapil Jabar III nomor urut 1 dari PAN, Eddy Soeparno di Cianjur, Kamis (25/10/2018).

Sikap tegas Eddy Soeparno bukan tanpa sebab, kekhawatirannya muncul seiring perkembangan zaman pembangunan perumahan dan perindustrian terus bermunculan yang tentu akan mengancam ketersediaan lahan-lahan produktif pertanian.

Kurangi Pengangguran, Eddy Soeparno Bantu Lulusan SMK Cianjur Jadi Pengusaha

Disambut Emak-emak Saat Turun ke Dapil, Eddy Soeparno Disebut Sosok Religius

"Jangan sampai kegiatan perluasan perumahan dan industri mengorbankan lumbung padi yang sudah ada," tutur politisi PAN tersebut.

Lebih lanjut, Eddy Soeparno menjelaskan perkembangan perumahan dan perindustrian merupakan hal yang wajar terjadi, namun pembangunan membabi-buta tanpa memperhatikan ketahanan pangan negara tentu akan merugikan.

Alih fungsi lahan menyebabkan penurunan produksi.

Hal ini kemudian berdampak pada masalah pemenuhan kebutuhan pangan.

Tidak heran jika pemerintah mengambil langkah impor dari negara luar ketika kebutuhan pangan dalam negeri mendesak.

"Maka dari itu kita ingatkan kepada pemda untuk tidak mengurangi pengurangan lahan-lahan produktif pertanian untuk usaha ekonomi yang tidak menunjang kebutuhan pangan dalam negeri," katanya mengakhiri wawancara.

Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved