Politeknik Pos Indonesia Melantik 737 Wisudawan D3 ke-15 dan D4 ke-7 Tahun Akademik 2017/2018

Politeknik Pos Indonesia menggelar Sidang senat terbuka dalam rangka prosesi wisuda ahli madya (D3) ke-15 dan sarjana terapan (D4) ke-7 TA 2017/2018

Politeknik Pos Indonesia Melantik 737 Wisudawan D3 ke-15 dan D4 ke-7 Tahun Akademik 2017/2018
Tribun Jabar/Cipta Permana
Direktur Politeknik Pos Indonesia, Agus Purnomo menandatangi kesepakatan kerjasama dengan salah satu perusahaan dalam kegiatan prosesi wisuda ahli madya (D3) ke-15 dan sarjana terapan (D4) ke-7, tahun akademik 2017/2018 di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung, Rabu (24/10). 

Selain itu, para mahasiswanya pun dibekali dengan kemampuan sertifikasi kompetensi di bidang chartered institute transportation and logistic (CILT) dengan lisensi dari United Kingdom, dan sertifikasi profesi yang terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

"Sehingga terdapat beberapa perubahan kurikulum dengan memasukan muatan-muatan teknologi yang dibutuhkan oleh dunia industri, seperti internet of things, robotik, financial technology, dan teknologi lainnya yang mendukung aktivitas logistik, agar lebih efektif dan efisien sehubungan dengan perkembangan revolusi industri 4.0," ucapnya.

Agus menambahkan, pembekalan lainnya berupa sertifikasi wajib yang termasuk dalam kurikulum, yaitu kompetensi Enterprise Resources Planning (ERP), dimana hal ini merupakan tuntutan dari berbagai perusahaan saat ini, dalam rangka mengintegrasikan berbagai sumber daya yang dimiliki, seperti manajemen, keuangan, logistik, sumber daya manusia dan lainnya yang dikeluarkan oleh SAP internasional.

Selain pembekalan sertifikasi, pihaknya pun menjalin kerjasama dengan Forum Human Capital Indonesia, yang merupakan wadah yang didirikan oleh 118 BUMN se-Indonesi, berupa pola internship (pemagangan) bersertifikat slama enam bulan. Sehingga begitu selesai proses pemagangan, para mahasiswa terbaik dapat langsung di rekrut oleh salah satu BUMN tersebut.

"Maka sudah menjadi kepastian bagi para lulus Politeknik Pos Indonesia untuk mendapat pekerjaan dengan berbekal kompetensi dan sertifikasi yang dimiliki. Dan waktu tunggu paling lama lulusan kami mendapat pekerjaan adalah enam bulan," katanya.

Dalam kesempatan yang sama Ketua Yayasan Pendidikan Bhakti Pos Indonesia, Hariyanto mengatakan, seratus wisudawan yang telah di terima kerja sebelum wisuda, merupakan indikator keberhasilan institusi pendidikan dalam hal menghasilkan tenaga kerja berkualitas yang dibutuhkan oleh industri, khususnya BUMN.

"Kami berharap para lulusan yang telah diterima kerja dapat menunjukan kualitas kemampuan yang dimiliki, karena selain membawa nama sendiri, tetapi juga membawa nama almamater, sehingga kualitas mereka akan mencerminkan kualitas lulusan Politeknik Pos lndonesia lainnya," katanya. (Cipta Permana).

Penulis: Cipta Permana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved