“IoT Goes to Market” Hadir di Bandung, FGD Pertama bagi Pelaku industri dan Workshop di Jabar

ndonesia IoT Forum menyelenggarakan kampanye IoT Goes to Market di lima kota di Indonesia. Bandung menjadi kota pertama berlangsungnya kegiatan . . .

“IoT Goes to Market” Hadir di Bandung, FGD Pertama bagi Pelaku industri dan Workshop di Jabar
ISTIMEWA
Indonesia Internet of Things (IoT) Forum 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana

TRIBUNJABAR.ID. BANDUNG – Indonesia IoT Forum menyelenggarakan kampanye IoT Goes to Market di lima kota di Indonesia.

Bandung menjadi kota pertama berlangsungnya kegiatan Focus Group Discussion bagi para pelaku industri dan Workshop bagi para makers di Jawa Barat.

Teguh Prasetya, Founder Indonesia IoT Forum mengatakan industri Internet of Things (IoT) di Indonesia saat ini mulai tumbuh, para pemain IoT memanfaatkan berbagai teknologi dan frekuensi yang sudah dapat digunakan, baik licensed maupun unlicensed sembari menunggu aturan alokasi frekuensi non seluler dari regulator. 

“Tahun ini operator seluler sudah meluncurkan jaringan NB – IoT untuk mendukung berbagai solusi IoT di Indonesia yang dapat dimanfaatkan oleh masyakarat, khususnya korporasi untuk memaksimalkan proses bisnis mereka,” ujarnya di Bandung, Selasa (23/10/2018).

LIVE STREAMING INDOSIAR PSM Makassar Vs Persib Bandung, Tonton Via Ponsel

Menteri Susi Berlenggak-Lenggok, Pakai Sepatu Boots dan Kacamata, Ini Bayaran yang Diterimanya!

Tahun ini, Indonesia IoT Forum memulai kampanye IoT Goes to Market, yang berisi berbagai kegiatan untuk mengedukasi, melihat potensi bisnis, maupun menggali kemampuan para makers di daerah.

Kampanye IoT Goes to Market 2018 diselenggarakan di 5 kota, yaitu Bandung, Bali, Jakarta, Medan, dan Yogyakarta dengan dukungan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Kementerian Perindustrian (Kemenperin), serta Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).

Kegiatan workshop NB – IoT bagi para makers hari ini berfokus pada devkit NB – IoT dimana peserta berkesempatan untuk melakukan eksplorasi lebih jauh dengan hands – on hingga mencoba menjalankan karya mereka di jaringan NB-IoT yang disediakan oleh Telkomsel.

Sebanyak 11 tim terpilih mengikuti kegiatan ini dari puluhan tim yang mendaftar.

Teguh menambahkan peserta workshop kali ini difokuskan pada mereka yang sudah pernah membuat solusi terkait dengan IoT sebelumnya sehingga nanti bisa dibawa ke tahap pengembangan selanjutnya menjadi produk yang siap di serap pasar.

Direktur Penataan Sumber Daya Ditjen SDPPI Kemkominfo, Denny Setiawan mengatakan IoT di Indonesia sudah dapat digunakan di berbagai sektor, mulai dari industri manufaktur, perkebunan, kota cerdas, logistik, gedung pintar (smart building), hingga energi.

“Kami tantang para makers di sini untuk membuat produk yang bisa menjadi solusi dari pemasalahan yang ada. Jangan lupa, dalam tim harus ada orang yang bisnis, jangan semuanya teknis, agar barangnya bisa di jual ke pasar,” ujarnya.

Direktur Industri Elektronika dan Telematika Ditjen ILMATE Kementerian Perindustrian, Achmad Rodjih dalam kesempatan terpisah menambahkan perlunya mengumpulkan data kebutuhan industri untuk dapat dikomunikasikan dengan makers lokal.

“Kami dorong para pelaku industri untuk memanfaatkan solusi yang ada di dalam negeri. Tentu saja solusi yang ada sesuai dengan kebutuhan sehingga dapat menciptakan proses bisnis yang lebih efisien dan efektif,” ujarnya.

Penulis: Kemal Setia Permana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved