Guru SD Sukamanah Garut Pukul dan Tusuk Murid Pakai Pensil, Sejumlah Anak Trauma Tak Mau Sekolah

Seorang guru di SDN Sukamanah 3, Desa Sukamanah, Garut melakukan penganiayaan kepada murid kelas 3. Guru kesal karena murid tak bisa berhitung

Guru SD Sukamanah Garut Pukul dan Tusuk Murid Pakai Pensil, Sejumlah Anak Trauma Tak Mau Sekolah
Tribun Jabar/Firman Wijaksana
Kokom bersama anaknya Randi (9), saat melaporkan kasus penganiayaan yang dilakukan guru SDN Sukamanah 3 berinisial DS ke Polsek Bayongbong, Rabu (24/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Seorang guru di SDN Sukamanah 3, Desa Sukamanah, Kecamatan Bayongbong melakukan penganiayaan kepada murid kelas 3.

Guru berinisial DS (58), kesal lantaran siswa tak bisa berhitung perkalian.

Kekesalan itu kemudian dilampiaskan dengan cara memukul murid.

Neneng Muslimah (29), orang tua murid, menyebut sudah beberapa hari anaknya tak mau sekolah. Anaknya yang bernama Handi (9), awalnya tak mengaku jika sering dipukul oleh gurunya.

"Setelah beberapa hari enggak sekolah saya tanya ke orang tua murid lain. Ternyata sama anak yang lain enggak mau sekolah juga," ujar Neneng di Polsek Bayongbong, Rabu (24/10/2018).

PSM Makassar Vs Persib Bandung, Babak Pertama Skor 0-0, Begini Jalannya Pertandingan

Neneng menambahkan, anaknya mengalami trauma karena sering dianiaya guru tersebut. Selain memukul, guru DS pernah menusuk wajah anaknya memakai pensil.

"Saya kira yang nakal anak saya saja. Tapi ternyata masih banyak anak yang lain juga. Inginnya guru itu tak ngajar di sekolah anak saya lagi," katanya.

Kokom (31), orang tua murid lainnya menuturkan hal yang sama. Anaknya yang bernama Randi (9), sempat disulut menggunakan rokok di bagian wajah.

Selama Musim Kemarau, 7000 Hektare Lahan Pertanian di Jabar Tidak Dapat Panen

"Soalnya enggak bisa perkalian. Jadi disulut pakai rokok. Anak saya sampai enggak mau sekolah lagi," ucap Kokom usai melapor ke Polsek Bayongbong.

Ia sudah memaafkan guru DS karena perbuatan kepada anaknya. Hanya saja Kokom meminta guru DS dipindahkan dari sekolah anaknya.

Persempit Peredaran Narkoba, Polres Purwakarta Akan Sweeping Rumah Kontrakan dan Indekos

"Proses hukum diserahkan ke polisi. Ya sudah menganiaya, sesuai hukum yang berlaku," ujarnya.

Kasus penganiayaan murid SD itu kini telah dilimpahkan ke Unit PPA Polres Garut.

Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved