Massa di Cianjur Tolak LGBT, Ancam Beraksi Sendiri Jika Tak Digubris Pemerintah

Massa Persatuan Islam (Persis) Cianjur turun ke jalan. Mereka menolak LGBT di Cianjur dan meminta pemerintah menanganinya.

Massa di Cianjur Tolak LGBT, Ancam Beraksi Sendiri Jika Tak Digubris Pemerintah
Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Massa Persatuan Islam (Persis) Cianjur menggelar aksi menolak LGBT, di DPRD Cianjur, Selasa (23/10/2018). 

Laporan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Pengunjuk rasa yang tergabung dalam Pesatuan Islam (Persis) Cianjur, melakukan aksi penolakan terhadap keberadaan lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).

Aksi digelar di halaman kantor DPRD Kabupaten Cianjur, Selasa (23/10/2018).

Mereka membawa spanduk dan karton berisi tulisan tentang penolakan dan tuntutan kepada pemerintah untuk menyelamatkan generasi bangsa Indonesia, khususnya di Kabupaten Cianjur, dari pengaruh negatif LGBT.

Koordinator aksi, Agung Rijaludin, mengatakan, ia memperkirakan ada sekitar 2.000 partisipan yang tergabung dalam Persatuan Islam Cianjur meminta DPRD Cianjur sebagai wakil rakyat untuk segera menyampaikan aspirasi masyarakat tersebut kepada pemerintah.

Mereka khawatir perilaku dan segala bentuk kemaksiatan dan larangan agama tersebut dapat merusak generasi.

"Bila perlu bupati harus mengeluarkan peraturan daerah tentang larangan berkembangnya aktivitas LGBT di Kabupaten Cianjur," katanya

Ia mengatakan berdasarkan data dari KPA, LGBT di Kabupaten Cianjur ada sekitar 4.800 orang. Terhitung dari tahun 2017 kenaikan LGBT sekitar 40 persen.

"Itu sangat berbahaya dan sangat riskan bagi kami keluarga besar Persatuan Islam," katanya.

Menurutnya, jika pemerintah tidak menanggapi tuntutan masa pihaknya mengancam akan memberantas LGBT dengan caranya sendiri.

"Itu sangat sederhana bagi kami, karena jika pemerintah tidak merespons aksi ini, maka kami sebagai keluarga besar Persatuan Islam akan bertindak dengan cara kami sendiri ," katanya.

Ia berharap pemerintah segera menyiapkan tempat rehabilitasi atau karantina yang berfungsi bagi mereka pengidap LGBT supaya terbebaskan dari penyakitnya.

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved