Willy Apriyanto, Wisudawan ITB Peraih IPK Nyaris Sempurna, Sedih di Hari Wisuda

"Merasa sedih, karena semua anak kan inginnya sempurna, ya ini yang bisa aku lakukan untuk mereka," ujar Willy

Willy Apriyanto, Wisudawan ITB Peraih IPK Nyaris Sempurna, Sedih di Hari Wisuda
tribunjabar/hilda rubiah
Willy Apriyanto (22) lulusan Program Studi Teknik Kelautan Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL), wisudawan ITB peraih IPK 3,97, nyaris sempurna. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilda Rubiah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Willy Apriyanto (22) wisudawan ITB peraih IPK tertinggi ini sempat merasa sedih ketika diwisuda.

Willy mengaku teringat dengan sosok Ayah yang tiada hadir menyaksikannya diwisuda.

Sekira lima tahun yang lalu, Ayahnya Ng Tjo Ing, meninggal dunia karena mengalami sakit jantung ketika dirinya duduk dibangku SMA.

"Merasa sedih, karena semua anak kan inginnya sempurna, ya ini yang bisa aku lakukan untuk mereka," ujar Willy saat ditemui Tribun Jabar di Sabuga ITB, Sabtu (20/10/2018).

Demikian prestasinya itu dia persembahkan untuk orangtuanya, dalam artian juga untuk almarhum Ayahnya. Karenanya kedua orangtuanya adalah motivasi utama bagi Willy.

Menurut Para Ahli, Selingkuh Ternyata Wajar, Lalu Mengapa Perselingkuhan Bisa Ada dalam Pernikahan?

Kini Willy hanya tinggal bertiga bersama Ibunya Pang lian Sim atau biasa dipanggil Shinta (52), dan satu orang adik Natasya (16) sekolah di SMA Metodis Jakarta.

Sehari-hari penghasilan ibunya berasal dari usaha membuka warung makan di salah satu kantin di Jakarta, tak jauh dari rumah mereka di kawasan Pluit Jakarta Utara.

Willy adalah anak yang berbakti. Setiap pagi membantu usaha Ibunya. Hampir setiap Senin sampai Jumat selalu bangun pagi menyiap-nyiapkan dagangannya di kantin.

Bagi Willy kuliah adalah kesempatan yang dia syukuri dan tidak ingin disia-siakan begitu saja.

Halaman
12
Penulis: Hilda Rubiah
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved