Persempit Ruang Gerak Gay, Pemkab Garut Optimalkan Perda Anti Maksiat

Untuk mempersempit ruang gerak LGBT, Pemkab Garut akan mengoptimalkan Perda Anti Maksiat. Ini menjawab tuntutan warga tentang perda khusus LGBT.

Persempit Ruang Gerak Gay, Pemkab Garut Optimalkan Perda Anti Maksiat
Tribun Jabar/Firman Wijaksana
Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman saat ditemui di depan rumahnya, Senin (8/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Pemkab Garut akan mengoptimalkan Perda Anti Maksiat untuk mempersempit ruang gerak lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) di Kabupaten Garut.

Komitmen itu sebagai tuntutan warga yang menginginkan pembuatan Perda khusus LGBT.

Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, mengatakan Perda nomor 2 tahun 2008 itu diharap bisa memberantas keberadaan LGBT.

Meski tak ada perda baru, adanya Perda Anti Maksiat bisa menindak para pelaku LGBT.

"Ada poin pelacuran di Perda itu. Salah satunya sesama jenis. Jadi bisa masuk (aktivitas LGBT)," kata Helmi di Lapangan Setda Garut, Senin (22/10).

Meski hasil penyelidikan, keberadaan grup gay pelajar dinyatakan hoaks, Helmi tetap akan melakukan pengawasan. Pihaknya pun tak membantah adanya gay di Garut.

"Kami juga sudah membentuk tim untuk lakukan sosialisasi soal LGBT. Ada dari Diakominfo, Dinkes, Dinsos, polisi, dan tokoh agama," ucapnya.

Penulis: Firman Wijaksana
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved