Tak Kunjung Turun Hujan, Warga Manfaatkan Air Sungai Cikeruh untuk Kebeutuhan Sehari-hari

Hingga pertengahan Oktober 2018, hujan tak kunjung turun di sebagian wilayah Kabupaten Sumedang, akibatnya, banyak warga . . .

Tak Kunjung Turun Hujan, Warga Manfaatkan Air Sungai Cikeruh untuk Kebeutuhan Sehari-hari
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Warga Desa Jatiroke, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, terpaksa memanfaatkan air dari Sungai Cikeruh untuk kebutuhan mandi serta mencuci, Jabar, Selasa (16/10/2018) 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Hingga pertengahan Oktober 2018, hujan tak kunjung turun di sebagian wilayah Kabupaten Sumedang, akibatnya, banyak warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk berbagai kebutuhan.

Imbas kemarau panjang ini, dirasakan oleh warga yang berada di Kabupaten Sumedang sebelah berat, yakni berada di Desa Jatiroke, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

Setiap harinya, sejak lima bulan terakhir ini, sumur-sumur milik warga, dalam kondisi surut, sehingga yang berada di dalam sama sekali tidak bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-sehari.

Modus Baru Gadai Rumah Kontrakan, Pelaku Tipu 29 Warga dan Raup Uang Rp 611 Juta

Ini Komentar Warga Terkait Uji Coba Flyover Padasuka di Kota Cimahi

Menyiasati permasalahan kesulitan mendapatkan air, warga terpaksa memanfaatkan air dari Sungai Cikeruh yang mengalami penurunan debit untuk kebutuhan mandi serta mencuci.

Berdasarkan pantauan Tribun Jabar, Selasa (16/10/2018), warga mengambil air di Sungai Cikeruh pada waktu pagi hari menggunakan jeriken kecil berukuran 20 liter.

Atang Supriadi (70), warga Desa Jatiroke, mengatakan, setiap hari ia harus mengambil air dari Sungai Cikeruh sebanyak tiga balikan, hanya untuk mendapatkan enam jeriken air.

"Jarak dari rumah ke sungai lumayan jauh juga. Air itu untuk mandi dan mencuci, sumur di rumah sudah sangat kotor," kata Atang kepada Tribun Jabar di Sungai Cikeruh, Selasa (16/10/2018).

Kondisi air Sungai Cikeruh sendiri, menurut warga masih dalam kondisi cukup jernih dan layak dipergunakan untuk mandi atau mencuci, karena tidak menimbulkan bekas di tubuh atau pakaian.

Sedangkan, kata Atang, untuk kebutuhan konsumsi, meski dalam kondisi relatif cukup jernih, ia sangat ragu seiring maraknya pembangunan gedung komersik di kawasan hulu Sungai Cikeruh.

"Takut ada apa - apa, di atas kan banyak apartemen, takutnya itu air kebanyakannya air pembuangan," katanya.

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved