Warga Resah Setiap Malam Hari Terdengar Suara dari Lokasi Galian di Cimanggung, Ada Suara Ledakan

Sebagian besar warga khawatir, bila suatu saat lokasi galian pasir tersebut menimbulkan bencana longsor yang akan mengancam keselamatan warga.

Warga Resah Setiap Malam Hari Terdengar Suara dari Lokasi Galian di Cimanggung, Ada Suara Ledakan
Tribun Jabar/ Hakim Baihaqi
Akses jalan menuju lokasi galian di Kampung Cicabe, Desa Sindanggalih, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang. 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Warga Kampung Cicabe, Desa Sindanggalih, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, menyebutkan, aktivitas galian pasir yang berada di sekitar permukiman penduduk, kerap dilakukan pada malam hari dan dikeluhkan oleh sebagian besar warga.

Setiap malamnya, warga mengaku, suara gemuruh dan suara ledakan kecil dari lokasi galian kerap terdengar oleh warga Kampung Cicabe, sehingga menimbulkan ketakutan dan keresahan.

Sebagian besar warga khawatir, bila suatu saat lokasi galian pasir tersebut menimbulkan bencana longsor yang akan mengancam keselamatan warga Kampung Cicabe.


"Setiap malam, mendengar suara seperti orang memukul tembok pakai palu. Kadang-kadang suka takut juga," kata Dedeh (48), warga Kampung Cicabe di sekitar lokasi galian, Senin (15/10/2018).

Warga menyebut, aktivitas penambangan pasir tersebut dilakukan sejak setahun terakhir ini dan menyebabkan banyak perubahan, mulai dari lokasi bukit menjadi gersang dan jalan kampung yang mulai mengalami kerusakan, karena diduga kerap dilintasi kendaraan berat pengangkut material.

Foto Ratna Sarumpaet Ikut Manggung Bersama Band Koil di Acara Preanger Fest 2018

Berdasarkan pantauan Tribun Jabar, Senin (15/10/2018), lokasi galian berjarak 100 meter dari permukiman penduduk, saat di lokasi galian, sama sekali tidak terlihat adanya aktivitas dan hanya terparkir beberapa alat berat saja di samping lokasi galian.

Sisa material dari lokasi pertambangan saat kemarau ini, kerap terbawa angin dan meninggalkan bekas di beberapa rumah warga yang berada di sekita lokasi galian pasir.

Dedeh mengatakan, sebelum berubah menjadi lokasi galian pasir, bukit tersebut semulanya adalah lahan yang kerap dimanfaatkan warga untuk bercocok tanam, mulai dari tanaman pisang, sayur, dan singkong.

"Pohon saja sudah tidak ada, gersang. Bagaimana nanti kalau waktu musim hujan, bahaya juga," kata Dedeh.

Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana dalam Angkutan Umum Cibeber, Diduga Korban Perkosaan

Ini Tips Fashion saat Cuaca Panas untuk Kamu yang Berhijab, Gerak Tak Jadi Penghalang Lagi

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved