Ikut Evakuasi Korban Gempa Palu, Mahasiswa Ini Sedih Lihat Jasad Ibu Peluk Tiga Anaknya
Mahasiswa Unpad, Fikri M Nur Zaman, berangkat ke Palu untuk mengevakuasi korban gempa. Di Petobo ia sedih melihat jasad ibu yang memeluk tiga anaknya.
Penulis: Syarif Pulloh Anwari | Editor: taufik ismail
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Pulloh Anwari
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Mahasiswa jurusan Teknik Informatika Unpad, Fikri M Nur Zaman, menjadi mahasiswa Unpad yang berangkat ke lokasi gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah.
Fikri berangkat ke lokasi bencana mengemban dua misi yang harus dikerjakan. Pertama melakukan operasi pencarian dan evakuasi korban terdampak, kedua mendistribusikan bantuan.
Fikri mengatakan ada hal yang sangat menyedihkan dan menyentuh hatinya saat mengevakuasi korban. Ketika itu ia melihat jasad seorang ibu yang memeluk jasad tiga anaknya.
"Saya sedang evakuasi bersama Basarnas dan tim dari Prancis, di daerah Petobo, Palu. Saat ekskavator mengeruk reruntuhan, terlihat sosok ibu yang sedang memeluk ketiga anaknya, di situ saya tidak tega. Apalagi kondisi korban seluruh badannya tertutup lumpur," ujar Fikri M Nur Zaman saat dihubungi Tribun Jabar, Senin (15/10/2018).
• Mahasiswa Unpad Ikut Bantu Evakuasi Korban Gempa Palu dan Donggala
Fikri mengatakan saat itu ia sigap membawa kantong mayat untuk mengevakuasi para korban. Ketika itu korban belum bisa dipastikan identitasnya karena masih tertutup oleh lumpur.
Ia menambahkan, di lokasi gempa dan tsunami di daerah Balaroa dan Petobo kondisi permukiman penduduk sudah rata dengan tanah.
"Kondisi rumah-rumah sudah hancur dan rata dengan tanah, tersisa hanya puing-puing bangunan yang sudah hancur," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/sar-unpad_20181015_154926.jpg)