Persib Bandung

Soal Aksi Bobotoh Protes PSSI, Pengamat: Sepakbola Indonesia Masih Ada Tebang Pilih

Menurutnya, sulit untuk mencari keadilan di tengah kondisi persepakbolaan Indonesia saat ini.

Soal Aksi Bobotoh Protes PSSI, Pengamat: Sepakbola Indonesia Masih Ada Tebang Pilih
Tribun Jabar/ Daniel Andreand Damanik
Aksi "Bandung Melawan Jilid 1" dari bobotoh, Sabtu (13/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Supriyono, pengamat sepakbola Indonesia, menilai aksi turun ke jalan yang dilakukan bobotoh, suporter Persib Bandung merupakan hal yang wajar, sebagai reaksi dari kekecewaan atas putusan sanksi Komisi disiplin Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (Komdis PSSI).

Menurut Supriyono, jika tuntutan bobotoh itu meminta Komdis PSSI melakukan revisi atas putusan sanksi yang sudah berjalan, alangkah lebih baik jika dilakukan dengan mengajukan banding atau mendatangin PSSI dan duduk bersama.

"Ya, sebenarnya sah-sah saja untuk melakukan protes tapi kan ada tempatnya untuk banding, harusnya jangan sampai malah menjadi pemicu (masalah) lagi. Ada jalurnya, misalnya dari Viking datang menemui orang-orang PSSI," ujar Supriyono saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (13/10/2018).

Supriyono mengaku sangat paham dengan apa yang dirasakan bobotoh. Menurutnya, sulit untuk mencari keadilan di tengah kondisi persepakbolaan Indonesia saat ini.

Sandiaga Singgung Harga Kebutuhan Hidup, Irma Suryani: Jangan Buru-buru Beri Pernyataan, Salah

Kisah Petugas Pemadam Kebakaran Lolos dari Terjangan Tsunami Palu: Kuasa Allah Memang Luar Biasa

Supriyono Prima
Supriyono Prima (Twitter)

"Sanksi juga sudah berjalan, tapi kan sepakbola Indonesia ini tahu sendiri, segalanya kurang ketegasan. Regulasi ingin dijalankan tapi tebang pilihnya masih ada," katanya.

Menurut Supriyono, Komisi Banding PSSI harus segera mengambil langkah tegas atas peristiwa yang terjadi saat ini.

Sebab, banyak aspek yang tidak diperhatikan saat memutuskan sanksi. Bukannya membuat sepakbola Indonesia lebih baik, kata Supriyono, yang ada malah mematikan sepakbola.

"Sanksi ini jelas merugikan banyak pihak apalagi kalau kita berbicara Persib ini kan jelas, di TV itu ratingnya ke satu, nilai jualnya ada, kemudian mereka harus bermain usiran tanpa penonton, ini sudah pasti banyak kerugian. Sudah harus bermain di luar Jawa dan tanpa penonton, tidak ada pemasukan tapi pengeluaran menjadi bengkak," ucapnya.

Masih ada waktu, sambung Supriyono, untuk membahas masalah ini dengan duduk bersama agar melahirkan solusi bagi kedua belah pihak dan membuat sepakbola Indonesia menjadi lebih baik.

"Mungkin ada kalkulasi lain, apakah mungkin nanti pertandingannya dengan penonton, tapi ada perjanjian misalnya. Harus dilihat juga apakah tim banding yang ditunjuk PSSI ini bisa bersikap objektif dan tidak ada kepentingan apapun," katanya. 

Penulis: Nazmi Abdurrahman
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help