Fenomena Cyberbullying Meningkat di Indonesia, Ini yang Harus Diwaspadai

Hari Kesehatan Jiwa Sedunia yang dicanangkan Worid Health Organization setiap 10 Oktober dimanfaatkan oleh Fakultas Keperawatan Jiwa sebagai . . .

Fenomena Cyberbullying Meningkat di Indonesia, Ini yang Harus Diwaspadai
Tribun Jabar/Kemal Setia Permana
Fakultas Keperawatan Jiwa Universitas Padjadjaran Talk Show "Sehatkan Jiwa Dengan Saling Menghargai Perbedaan. Stop Bullying" di Unpad Gedung Eyckman, Sabtu (13/10/2018). Itu digelar sebagai upaya untuk mewaspadai meningkatnya fenomena cyberbullying melalui momen Hari Kesehatan Jiwa Sedunia yang dicanangkan Worid Health Organization setiap 10 Oktober. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Hari Kesehatan Jiwa Sedunia yang dicanangkan Worid Health Organization setiap 10 Oktober dimanfaatkan oleh Fakultas Keperawatan Jiwa Universitas Padjadjaran sebagai momen untuk mewaspadai meningkatnya fenomena cyberbullying.

Menurut Guru Besar Keperawatan Jiwa Unpad, Prof Suryani, fenomena bullying di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan Hasil survey menunjukkan bahwa hampir di setiap sekolah terdapat anak korban bullying.

"Beberapa hasil survey, termasuk dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia, menunjukkan bahwa hampir 84 persen anak-anak di sekolah menjadi korban bullying," kata Suryani di sela talk show "Sehatkan Jiwa Dengan Saling Menghargai Perbedaan. Stop Bullying" yang digelar di Unpad Gedung Eyckman, Sabtu (13/10/2018).

Menurut Suryani, hasil riset National Associaiion of School Psychologist menunjukkan bahwa lebih dari 160.000 remaja di Amerika Serikat bolos sekolah setiap hari karena takut menjadi korban bullying. Sementara Iembaga swadaya masyarakat (LSM) Plan International dan Intemational Center for Research on Woman ('CRW) menjelaskan bahwa di Indonesia, 7 dari 10 atau sekitar 84 persen anak di Indonesia terkena tindak kekerasan di sekolahnya.

Sering di-Bully Saat SD dan SMP, Petrina Prada Ardelia Kini Menjadi Duta Anak Nasional

Viral Video Bullying di SDN 023 Pajagalan Kota Bandung, Begini Penjelasan Kepala Sekolah

"Tahun 2014 hampir setiap sekolah di seluruh Indonesia terdapat kejadian bullying, baik bullying verbal maunpun bullying psikologis, ini didukung juga oleh KPAI bahwa terdapat 369 pengaduan dari masayarakat terkait bullying dari tahun 2011 hingga agustus 2014 dan dl lingkungan pendidikan total pengaduan yang diperoleh sebanyak 1.480 kasus," ujarnya.

Fenomena peningkatan bullying terkini, kata Suryani, adalah cyberbullying yang merupakan tindakan melalui media elektronik yang menganggu dan menyakiti orang lain melalui email. pesan singkat, intemet gaming, handphone. websites, dan sebagainya. Hal tersebut didukung oleh Penelitian Li (2007) di Amerika yang menunjukkan angka prevalensi 11-17 persen siswa telah melakukan cyberbullying kepada orang lain sementara sekitar 19-29 persen siswa menjadi korban cyberbullying.

"Dampak tindakan bullying tersebut yaitu ketakutan, frustasi, isolasi sosial. perubahan personality, hilangnya daya tilik diri, cemas. penumnan prestasi akademik sampai dengan percobaan bunuh diri. Selain itu, pelaku bullying berisiko tinggi terlibat dalam kenakalan remaja. kriminalitas dan penyalahgunaan alkohol. mengalami depresi dan harga diri yang rendah saat masa dewasa," katanya.

Link Live Streaming Indosiar Persipura Jayapura vs Persib Bandung, Bisa Saksikan Pakai Ponsel

Suzzanna Semasa Hidup, Habiskan 20 Jam di Dalam Kamar hingga Alasan Mistis Gemar Warna Hijau

Suryani mengharapkan adanya peran pemerintah yang lebih tinggi lagi untuk melakukan pencegahan terhadap fenomena bullying ini. Hal ini bisa dimulai dengan meneribitkan peraturan-peraturan baru terkait pencegahan bullying. Begitu juga, kata dia, peran sekolah dan keluarga yang tidak bisa diabaikan untuk mengurangi dan mencegah fenomena ini.

"Sekolah harus konsisten menegakkan aturan pencegahan bullying, atau sanksi bila terjadi bullying. Begitu juga keluarga harus terus berperan aktif dalam mengawasi anak-anak mereka," kata Suryani di acara yang dimoderati oleh Humas STIKep PPNI Jabar, Masdum Ibrahim.

Halaman
12
Penulis: Kemal Setia Permana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help