Ada Grup Gay di Garut, Bupati Bandung Segera Evaluasi Sekolah di Kabupaten Bandung yang Terindikasi

Hal ini menyusul terbongkarnya grup komunitas Gay di media sosial facebook di kalangan pelajar SMP dan SMA di Garut.

Ada Grup Gay di Garut, Bupati Bandung Segera Evaluasi Sekolah di Kabupaten Bandung yang Terindikasi
shutterstock
Ilustrasi gay 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.ID, SOREANG - Bupati Bandung segera mengevaluasi sekolah yang terindikasi LGBT di Kabupaten Bandung.

Hal ini menyusul terbongkarnya grup komunitas Gay di media sosial facebook di kalangan pelajar SMP dan SMA di Garut.

Khawatir jika LGBT ini masuk di kalangan pelajar di Kabupaten Bandung, Bupati Bandung Dadang M Naser, menginstruksikan seluruh jajarannya untuk memantau dan mengevaluasi sekolah-sekolah yang disinyalir terindikasi Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT).

"Oleh karena itu, kami sudah menginstruksikan Disdik Kabupaten Bandung agar berkoordinasi dengan Polres Bandung untuk memantau akun medsos yang sedang ramai digunakan pelajar. Serta segera mengevaluasi sekolah-sekolah yang dicurigai ada LGBT," tuturnya di Bumi Perkemahan Ranca Upas Ciwidey, Sabtu (13/10).

Menurutnya guna meminimalisir LGBT pada usia anak, para orangtua harus memberikan pengetahuan tentang agama kepada putra-putrinya di rumah masing-masing sebagai lembaga pendidikan pertama bagi anak-anak.

"Maka dari itu, orangtua harus membekali putra-putrinya dengan ajaran agama yang kuat. Jika anak-anak kita paham tentang agama, mereka bisa memilih mana orang-orang yang mengajak kepada kebaikan dan mana yang negatif bagi hidup mereka," katanya.

Bupati juga mengimbau agar guru-guru, para orangtua serta masyarakat untuk selalu berkoordinasi demi menciptakan generasi muda yang berkualitas dengan senantiasa bersama-sama mengawasi pergaulan anak-anak.

"Apabila menemukan komunitas atau grup yang dirasa janggal segera laporkan kepada pihak berwajib, agar kelak anak-anak kita menjadi generasi yang berkualitas," ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Juhana, berpendapat gaya hidup serta ketidaktahuan anak terhadap norma agama menjadi penyebab utama adanya LGBT khususnya di kalangan anak muda.

"Penyebabnya (LGBT) bisa berupa faktor pranatal berupa potensi gen atau bawaan proposi hormon, kesalahan asuh dan mal adjusment. Selain itu, faktor ketidaktahuan atas norma agama, hukum, sosial dan pranata nilai-nilai lainnya sangat memungkinkan menjadi penyebab utama LGBT," tuturnya.

Sejauh ini di Kabupaten Bandung sendiri belum ada laporan indikasi LGBT di kalangan pelajar. Akan tetapi pihaknya akan selalu menyosialisasikan bahaya LGBT kapada guru, pengawas dan pembina siswa melalui kegiatan sekolah seperti ekstrakulikuler keagamaan, olahraga, seni dan pramuka.

"Selain itu, kami akan meningkatkan peran fungsi guru BK dan pembina kesiswaan. Tidak hanya itu, kami juga bekerjasama dengan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Tim Penggerak, PKK P2TP2A dan sejumlah LSM seperti Save The Children," tuturnya. (*)

Penulis: Mumu Mujahidin
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved