Pemerintah Terus Gencarkan Realisasi Lahan Kehutanan Sosial

Para petani yang memanfaaatkan hutan juga bisa bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan untuk memasarkan komoditas hasil produksi hutan.

Pemerintah Terus Gencarkan Realisasi Lahan Kehutanan Sosial
Tribun Jabar/ Isep Heri
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, bersamapara peserta

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menggelar dialog nasional Indonesia Maju di Rest Area Urug, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Sabtu (13/10/2018).

Hadir sebagai pembicara utama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Acara yang dihadiri ratusan orang yang terdiri dari penyuluh kehutanan dan kelompok tani ini membahas korelasi peningkatan ekonomi yang berbasis lingkungan.


Dalam kesempatan ini, masyarakat bisa secara langsung mengeluhkan kondisi di lapangan saat ini.

Beberapa di antaranya mengeluhkan masih kurangnya personel penyuluh kehutanan serta pelatihan-pelatihan yang mereka butuhkan.

Selain itu, hal yang banyak ditekankan dalam dialog ini ialah mengenai upaya pemerintah dalam menggenjot realisasi perhutanan sosial.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, mengatakan, dari target penyerahan 4,3 juta hektar hingga 2019, pemerintah baru merealisasikan lahan perhutanan sosial sebanyak 2,1 juta hektare.

Sementara sekitar 2,2 juta hektare areal lahan yang direncanakan diserahkan kepada masyarakat dalam program perhutanan sosial belum diberikan.

Datang ke Bali, Jack Ma: Bukan Sebagai Pemilik Alibaba

Realisasi program perhutanaa sosial ini, menurut Siti Nurbaya, telah dilakukan di berbagai daerah termasuk di Jawa Barat.

"Izin dari pemanfaatan hutan ini akan berlaku selama 35 tahun ke depan. Pemerintah bakal memperpanjang izin tersebut selama 35 tahun lagi jika masyarakat mampu mengelola dengan sangat produktif pemenfaatan lahan perhutanan," jelas Siti Nurbaya.

Dia menerangkan, pemanfaatan lahan perhutani ini bisa dilakukan untuk berbagai aktivitas pertanian.

Para petani yang memanfaaatkan hutan juga bisa bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan untuk memasarkan komoditas hasil produksi hutan.

"Contoh-ontohnya banyak, ya, kayak di Pati petaninya kerjasama dengan Kacang Garuda atau di Kalimantan Selatan petaninya kerjasama dengan pabrik Bridgestone. Di Jawa Barat sudah kita jajaki dengan susu ultra. Jadi memang langkah-langkah produktif yang disiapkan," kata dia.

Nekat Berpacaran Meski Tak Direstui, Pria di Bogor Ini Dibunuh Keluarga Pacarnya

Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help