BPBD Perkirakan Luas Lahan Gunung Ciremai Kuningan yang Terbakar Mencapai 1.300 Hektare

Selain itu, mereka pun ditugaskan untuk memadamkan kepulan asap serta api yang masih terlihat.

BPBD Perkirakan Luas Lahan Gunung Ciremai Kuningan yang Terbakar Mencapai 1.300 Hektare
istimewa
Seorang petugas saat memadamkan api di kawasan Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, KUNINGAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan mencatat kebakaran kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) semakin meluas.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Agus Mauludin, mengatakan, hingga hari ke-14 luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 1.329 hektare.

Gerr, Presiden Paralimpik Salah Sebut Ibu-ibu jadi Abu-abu dalam Penutupan Asian Para Games 2018

"Itu total lahan di Gunung Ciremai 1.310 hektare dan Kebun Raya Kuningan 19 hektare," kata Agus Mauludin melalui sambungan teleponnya, Sabtu (13/10/2018).

Ia mengatakan, api dan kepulan asap masih terlihat di Blok Batu Arca dan Blok Bintangot, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan.


Puluhan petugas gabungan juga dikerahkan untuk menyisir ke Blok Bintangot dan Blok Cangkrung.

Selain itu, mereka pun ditugaskan untuk memadamkan kepulan asap serta api yang masih terlihat.

Para petugas gabungan itu berasal dari BPBD Kabupaten Kuningan dan Provinsi Jabar, BNPB, Polhut Perhutani Kuningan, LSM AKAR, Badan TNGC, MPA, TNI, Polri, Relawan Penggiat PB, serta masyarakat.

"Hari ini BNPB menerjunkan helikopter Mi8 untuk water bombing," ujar Agus Mauludin.


Diberitakan sebelumnya, kobaran api pertama kali terlihat pada Minggu (30/9/2018) siang.

Api diduga berasal dari Blok Erpah, Desa Cibuntu, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan.

Selanjutnya api menyebar hingga menghanguskan ratusan hektare lahan dan hutan di kawasan gunung tertinggi di Jawa Barat itu.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help