Pelaku Seks Tukar Pasangan Lebih Beresiko Terjangkit Penyakit Kelamin Dibanding Pengguna Jasa PSK

Peneliti Belanda yang menerbitkan karya mereka di British Medical Journal menunjukkan, pasangan swinger yang lebih tua (berusia di atas 45 tahun) sang

Pelaku Seks Tukar Pasangan Lebih Beresiko Terjangkit Penyakit Kelamin Dibanding Pengguna Jasa PSK
Surya/Fathkul Alamy
Tiga pasangan suami-istri yang melakukan pesta seks saling bertukar pasangan di sebuah hotel di Lawang, Batu. Mereka diamankan oleh Unit III Asusila Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim 

TRIBUNJABAR.ID - Pesta seks tukar pasangan (swinger) berhasil dibongkar Polda Jawa Timur.

Enam orang diamankan dalam penggerebekan di sebuah hotel di jalan Diponegoro, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (7/10) itu.

Keenamnya adalah Eko, DA, AG, RD, ARP, dan DYA.

Satu di antara pelaku yang diamankan adalah perempuan yang diketahui sedang hamil 8 bulan.

Melakukan seks dengan bertiukar pasangan tentu berisiko terkena penyakit kelamin seperti halnya seks bebas.

Posisi Batu Gilang di Museum Pusaka Keraton Kasepuhan Cirebon Tidak Pernah Berubah Sejak Abad ke-14

Ki Kusumo Mengaku Dihampiri Anak Kecil yang Ingin Ikut ke Jakarta Ketika Kunjungi Palu

Bahkan, para ilmuwan mengatakan bahwa seks dengan bertukar pasangan risiko penularan penyakit kelamin lebih tinggi daripada seorang PSK.

Para ilmuwan mempelajari tentang swinger atau pasangan yang secara teratur bertukar pasangan seksual dan menikmati seks berkelompok pada sebuah pertemuan yang diadakan.

Para ilmuwan mengatakan pasangan swinger memiliki tingkat infeksi menular seksual (IMS) yang lebih tinggi dari seorang PSK.

Peneliti Belanda yang menerbitkan karya mereka di British Medical Journal menunjukkan, pasangan swinger yang lebih tua (berusia di atas 45 tahun) sangat rentan.

Minta Penindakan Terhadap Ex Anggota HTI, Aliansi Santri dan Mahasiswa Gelar Aksi

Dengan perkiraan bahwa populasi swinger bisa jutaan di seluruh dunia, para ilmuwan mengatakan, pelaku swinger bisa menjadi jembatan infeksi menular seksual (STI) bagi pelakunya.

Halaman
123
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved