Menristekdikti Larang Adanya Aktivitas Kelompok LGBT di Lingkungan Kampus

"Kegiatan LGBT di dalam kampus, sama sekali tidak mencerminkan nilai budaya Indonesia," kata Mohamad Nasir

Menristekdikti Larang Adanya Aktivitas Kelompok LGBT di Lingkungan Kampus
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir saat mengisi kuliah umum enterpreneurship diera revolusi industri di Kampus Almasoem, Jalan Raya Bandung - Garut, Kabupaten Sumedang, Kamis (11/10/2018). 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) Republik Indonesia, melarang adanya aktivitas lesbian, gay, biseksual, dan transeksual (LGBT) di kawasan pendidikan tinggi.

Menteri Ristekdikti, Mohamad Nasir, mengatakan aktivitas di lingkungan pendidikan tinggi seharusnya tak disusupi oleh kegiatan LGBT karena sama saja dengan melakukan tindakan asusila.

"Kegiatan LGBT di dalam kampus, sama sekali tidak mencerminkan nilai budaya Indonesia," kata Mohamad Nasir, Kamis (11/10/2018) di Kampus Almasoem, Jalan Raya Bandung-Garut, Kabupaten Sumedang.

Bila ada mahasiswa yang nekat melakukan kegiatan LGBT di lingkungan pendidikan tinggi, ucapnya, itu adalah kesalahan berat dan pihak kampus harus memberikan sanksi tegas dalam bentuk apapun.

Adanya Potensi Likuifaksi di Bandung, 10 Kecamatan ini Bisa Ambles

Apa itu Sesar Lembang yang Bikin Warga Bandung Harus Waspada?

Mohamad Nasir mengatakan, kampus sebagai tempat pendidikan, harus menjadi tempat untuk menjunjung tinggi nilai dan norma, agar tidak segala bentuk penyimpangan.

"Jangan sampai ada praktik apalagi persetubuhan kelompok LGBT di lingkungan kampus, aspek susila mesti dijaga," kata Mohamad Nasir.

Beberapa tahun lalu di Universitas Indonesia, ramai terkait keberadaan Support Group and Resource Center on Sexuality Studies (SGRC) yang menawarkan dan menfasilitasi kegiatan konseling bagi kelompok LGBT.

Setelah dihubungi oleh pihak Kemenristekdikti, pihak rektorat Universitas Indonesia, menyatakan bahwa kegiatan SGRC di kampus tersebut adalah ilegal atau tidak memiliki izin. (*)

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help