Bisnis Jasa Logistik Menjadi Salah Satu Andalan Usaha Koperasi Mahasiswa

Bukan hanya bagi perusahaan besar, usaha kecil semacam agen pun, mendapatkan manfaat besar dari industri logistik ini.

Bisnis Jasa Logistik Menjadi Salah Satu Andalan Usaha Koperasi Mahasiswa
TRIBUN JABAR/DARAJAT ARIANTO
Pegawai melayani pelanggan yang mengirim dokumen di agen JNE yang merupakan salah satu unit usaha Koperasi Mahasiswa Bumi Siliwangi Universitas Pendidikan Indonesia (BS-UPI) di kampus UPI, Jalan Setiabudi No. 229, Kota Bandung, Selasa (2/10). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Darajat Arianto

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tingginya volume perdagangan secara elektronik alias e-commerce, berdampak positif pada bisnis jasa pengiriman barang atau industri logistik. Perkembangan jasa logistik ini bahkan memberikan pendapatan yang signifikan bagi pengelolanya. Bukan hanya dirasakan perusahaan besar, usaha kecil semacam agen dan sub-agen pun, mendapatkan manfaat besar dari meningkatnya industri logistik ini.

Satu di antara yang menangkap peluang jasa usaha logistik ini adalah koperasi mahasiswa (kopma). Sejak merambah bisnis jasa logistik, sejumlah kopma di Bandung merasakan dampak mengelola jasa logistik hingga menjadi salah satu andalan dalam pendapatan usaha. Salah satunya dirasakan pengurus Koperasi Kesejahteraan Mahasiswa (Kokesma) Institute Teknologi Bandung (ITB) yang memiliki unit usaha agen JNE dari PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir.

Menurut Ketua Umum Kokesma ITB, Alfontius Linata, unit usaha JNE memberikan pemasukan yang cukup signifikan. Dari unit usaha ini, Kokesma ITB meraup omzet sekitar Rp 15 juta per bulan. Omzet sebesar ini menjadi pemasukan yang cukup bagus bagi unit usaha sekelas kopma. Bahkan, kata Alfontius, pemasukan unit usaha JNE ini merupakan yang ketiga terbesar setelah Toko Kesejahteraan Mahasiswa (Tokema) ITB dan kantin. Kokesma sendiri memiliki 14 unit usaha dengan aset tahun 2017 mencapai Rp 230 juta.

"Kebanyakan konsumennya mahasiswa yang bisnis online. Sebagian lagi mahasiswa dan juga pegawai yang mengirim buku serta dokumen-dokumen. Dari tahun ke tahun pemasukan ke unit usaha JNE meningkat signifikan," ujar Alfontius, di Sekretariat Kokesma ITB, beberapa waktu lalu.

Demikian pula yang dirasakan pengurus Kopma Bumi Siliwangi Universitas Pendidikan Indonesia (BS‑UPI) Bandung. Menurut Ketua Kopma BS UPI Bandung, Irfan Alfaridzi, Kopma BS-UPI telah menjadi agen JNE sejak 2013. Unit usaha JNE merupakan salah satu dari 15 unit usaha Kopma BS-UPI. Meski baru sekitar lima tahun, perkembangan unit usaha JNE ini memberikan hasil cukup memuaskan.

Irfan menambahkan, omzet unit usaha JNE ini sekitar Rp 1 juta per hari atau sekitar Rp 30 juta per bulan. Omzet ini diperoleh dari banyaknya pebisnis online di kalangan mahasiswa yang sudah menjadi pelanggan tetap. Selain mengirim barang yang dijual, banyak juga yang mengirim surat-surat dan buku-buku ke unit usaha JNE di Kopma BS-UPI ini.

"Biasanya konsumen sudah paham dengan tarif jasa logistik sehingga banyak yang memilih ke sini. Padahal ada juga usaha sejenis, tapi tetap di sini menjadi pilihan," ucap Irfan di Sekretariat Kopma BS-UPI, Selasa (2/10).

Melihat kebutuhan mahasiswa terhadap jasa pengiriman logistik ini, Irfan mengakui keberadaan unit usaha JNE sangat penting. Meski kontribusinya masih kecil dibanding omzet total Kopma BS-UPI yang mencapai Rp 3,2 miliar pada tahun 2017, unit usaha JNE menjadi salah satu andalan pedapatan usaha.

Baik Kopma UPI maupun ITB, mengoperasikan usaha ini sesuai jam kerja, yakni pukul 08.00-16.00 dari Senin hingga Sabtu. Pengurus kopma juga merekrut pegawai secara khusus yang bukan dari kalangan mahasiswa agar terkelola secara profesional.

Halaman
12
Penulis: Darajat Arianto
Editor: Deni Ahmad Fajar
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved