Warga Kota Bandung Ini Terpaksa Antre Air Bersih Gunakan Galon hingga Gentong dari Tanah Liat

Krisis air yang terjadi di Kota Bandung mengakibatkan Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirtawening harus memberi pelayanan air gratis kepada warga

Warga Kota Bandung Ini Terpaksa Antre Air Bersih Gunakan Galon hingga Gentong dari Tanah Liat
Tribun Jabar/Tiah SM
Dirut PDAM Tirta Wening Sonny Salimi membagikan air secara gratis ke warga Jalan Hanura, Kelurahan Husen, Kota Bandung, Kamis (11/10/2018). 

Sementara itu Direktur Utama PDAM Tirtawening Sonny Salimi, mengatakan pada musim kemarau ini PDAM Tirtawening harus memberi pelayanan air gratis kepada masyarakat.

"Di Jalan Industri, sejak Idul Fitri, kami memberikan air gratis karena sumur artesis mesinnya rusak dan airnya kering," ujar Sonny.

Menurut Sonny, PDAM memiliki 28 titik sumur artesis tapi kini kondisinya sebagian besar sudah mati, dan hanya beberapa masih aktif itu pun debit airnya terus menurun.

Manyikapi kondisi sumur artesis tidak berfungsi di beberapa titik, PDAM kata Sonny akan membuat sumur artesis baru di dua titik, yakni di kawasan Jalan Industri dan Jalan Sudirman.

"Alhamdulilah proses izin sudah keluar, tinggal dilelang. Sedangkan di titik lain izinnya masih dalam proses," ujar Sonny.

Jelang Persib Bandung Lawan Persipura Jayapura, Jonathan Bauman Ungkap Soal Perasaannya

Masih Belum Padam, Kebakaran Gunung Ciremai Kuningan Diperkirakan Capai 1000 Hektare

Sony, mengatakan, satu titik artesis bisa melayani 500-700 Kepala Keluarga (KK).

Bahkan tergantung debit airnya jika bisa menghasilkan 2 liter air per detik bisa sampai 1000 lebih KK.

Sonny meminta maaf karena selain sumur artesis kering, juga pelanggan yang dilayani sumber air dari Cikalong sudah menyusut cukup signifikan dari 1.800 liter per detik kini tinggal 500 liter per detik, sehingga air ke pelanggan terganggu.

"Untuk melayani pelanggan yang terganggu airnya , PDAM mengerahkan 29 tangki setiap harinya, 7 tangki kapasitas 5000 liter dan 12 mobil pick up kapasitas 2000 liter," ujarnya.

Sonny mengingatkan, bahwa PDAM ibukan buat air, tapi pengelola dan pendistribusian. Kalau ada air baku diolah dan disalurkan, jadi kalau tidak ada air yang diolah jangan salahkan PDAM, harus berdoa turun hujan disini dan di pusat air baku.

"Krisis air saat ini bukan terparah tetapi sama dengan tahun 2015 krisis air berlangsung sampai akhir Desember. Tapi mudah-mudahan tahun ini tidak terjadi," ujar Sonny.

Penulis: Tiah SM
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help