Warga Kota Bandung Ini Terpaksa Antre Air Bersih Gunakan Galon hingga Gentong dari Tanah Liat

Krisis air yang terjadi di Kota Bandung mengakibatkan Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirtawening harus memberi pelayanan air gratis kepada warga

Warga Kota Bandung Ini Terpaksa Antre Air Bersih Gunakan Galon hingga Gentong dari Tanah Liat
Tribun Jabar/Tiah SM
Dirut PDAM Tirta Wening Sonny Salimi membagikan air secara gratis ke warga Jalan Hanura, Kelurahan Husen, Kota Bandung, Kamis (11/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM

TRIBUNJABAR, BANDUNG - Krisis air yang terjadi di beberapa wilayah Kota Bandung mengakibatkan sejumlah warga harus rela mengantre di tempat pembagian air bersih dan mengangkut air sendiri ke rumahnya masing-masing.

Vani Putri Maulana (32) warga Jalan Industri mengaku krisis air di wilayahnya itu terjadi sejak sebelum bulan puasa 2018.

"Di sini biasa pakai air sumur yang dikelola PDAM tapi sekarang kering. Jadi kalau nggak ada bantuan kami beli Rp 1.000 satu jeriken," ujar Vani saat antre air gratis diberikan Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirtawening di Gang Hanura, Kelurahan Husen, Kamis (11/10/2018).

Vani mengaku dengan kondisi sekarang ini yang suah berbulan-bulan tidak ada air.

Karena, meski sering ada air gratis dari PDAM, untuk mendapatkannya tidak mudah, selain harus antre juga untuk membawa airnya ke rumah membutuhkkan tenaga ekstra mengingat jaraknya lumayan jauh.

"Setiap hari beli enam jeriken dan untuk minum beli air galon, untuk kami berlima," ujar Vani.

Kampung Jaramas Bandung Krisis Air Bersih, Ketua RW Pertanyakan Program yang Dijanjikan Pemerintah

Kota Bandung Masih Krisis Air, Ini Solusinya Menurut Dirut PDAM

Vani berharap air PDAM mengalir kembali ke rumahnya agar tidak menjadi beban pikiran tambahan setelah lelah bekerja.

Di lokasi pembagian air gratis dari PDAM, tampak bukan hanya Vani yang membutuhkan air.

Ratusan warga berbagai usia, wanita dan laki-laki, antusias mengantre menggunakan berbagai alat pengangkut air, seperti galon, jeriken, ember, hingga gentong (tempayan) dari bahan tanah liat.

Halaman
12
Penulis: Tiah SM
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help