Asian Para Games 2018

Sempat Jadi Petinju Jalanan dan Kaki Dipotong Penjudi, Atlet Malaysia Ini Kini Bermain Anggar

"Kepala saya pernah tertembak. Kemudian, karena tak mau tunduk untuk kalah, maka kaki saya dipotong. Beruntung Allah masih sayang kepada saya,”

Sempat Jadi Petinju Jalanan dan Kaki Dipotong Penjudi, Atlet Malaysia Ini Kini Bermain Anggar
asianparagames2018.id
Atlet anggar kursi roda asal Malaysia yang turun di Asian Para Games 2018, Krisana Sriujun. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Atlet anggar kursi roda asal Malaysia yang turun di Asian Para Games 2018, Krisana Sriujun, memiliki sejarah kelam dalam hidupnya.

Ada kisah pilu di balik status disabilitas yang kini disandangnya.

Dahulu, Krisana merupakan petinju jalanan yang dekat dengan para penjudi.

Tragedi mencekam pernah dialaminya saat berusia 16 tahun lantaran tak mau tunduk kepada penjudi untuk mengalah.

"Kepala saya pernah tertembak. Kemudian, karena tak mau tunduk untuk kalah, maka kaki saya dipotong. Beruntung Allah masih sayang kepada saya,” kata Krisana dikutip Kompas.com dari asianparagames2018.id, Kamis (11/10/2018).

Krisana sebenarnya berasal dari Thailand dan lahir di Khon Kaen.

Namun, pada usia tiga tahun, ia diadopsi sepasang suami istri asal Kedah. Krisana memiliki nama melayu Azmi Bin Abu Hassan.


Jika Harga Premiun Naik, Defisit Bisa Ditekan, Rupih Bakal Menguat

"Ibu kandung saya adalah seorang Thailand yang bekerja di Singapura. Sehabis melahirkan saya di Thailand, ia melakukan perjalanan ke Singapura lagi. Setibanya di Malaysia, saya diadopsi orang tua angkat saya,” ujar Krisana.

Krisana mulai terlibat dalam olahraga penyandang disabilitas sebagai atlet lempar lembing pada usia 23 tahun.

Sejak dua bulan lalu, Krisana mulai menggeluti anggar kursi roda.

Saat itu, tim Malaysia sedang mencari atlet anggar kursi roda kategori A yang akan diturunkan pada Asian Para Games 2018. (Kompas.com/Alsadad Rudi)

Mahasiswa Korban Gempa Donggala dan Palu Bisa Lanjut Kuliah Melalui E-Learning

Mayat Bayi Laki-laki Ditemukan Terbungkus Keresek, Kondisinya Memprihatinkan

Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved