Pengamat Menilai Kenaikan Harga BBM Akan Langsung Pengaruhi Masyarakat

Rencana pemerintah menaikkan harga BBM dinilai akan mempengaruhi perindustrian dan perekonomian secara khususnya di Jawa Barat.

Pengamat Menilai Kenaikan Harga BBM Akan Langsung Pengaruhi Masyarakat
Tribun Jabar/Syarif Pulloh Anwari
SPBU di Jalan Martanegara 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ery Chandra

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pengamat ekonomi menilai rencana kenaikan sejumlah harga Bahan Bakar Minyak (BBM) secara serentak di Indonesia akan turut mempengaruhi kondisi perindustrian dan perekonomian di Jawa Barat.

Pengamat Ekonomi ITB, Anggoro Budi Nugroho, mengatakan, rencana pemerintah menaikkan harga BBM akan mempengaruhi perindustrian dan perekonomian secara khususnya di Jawa Barat.

Pasalnya, perekonomian Jawa Barat yang sebagian besar digerakkan oleh industri kecil menengah (IKM) dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) akan terdampak langsung dengan kenaikan BBM.


"Kalau jadi naik punya kendala karena sekian semester hanya lima persen untuk konsumsi. Kalau keadaan inflasi sedang tinggi ditambah pemicu kenaikan BBM belanja masyarakat turun," ujar Anggoro, saat dihubungi Tribunjabar.id, melalui ponselnya, Kamis (11/10/2018).

Anggoro mengatakan, dugaan pemicu BBM naik adalah akibat dari strukturisasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang beberapa pos pengeluaran tidak terduga atau mengalami pembengkakan.

"Banyaknya bencana alam akhir-akhir ini Lombok, Palu, dan Donggala mempengaruhi," ujar Anggoro.

Anggoro menuturkan, biaya subsidi yang dikeluarkan pemerintah sekitar Rp. 200-an Triliun untuk energi dan BBM. Sehingga membuat masyarakat sangat dimanjakan dari kebijakan subsidi tersebut.

Menurutnya, pemerintahan Presiden Jokowi sebaiknya tidak mengulangi lagi kesalahan pada masa pemerintahan SBY.

IJTI Galang Dana untuk Korban Gempa, Cikapundung Riverspot Ramai oleh Berbagai Kesenian

"Sudah diumumkan akan naik lalu diulur lagi waktunya. Jangan tunda-tunda, kalau mau naik ya naik atau enggak sekalian. Keluarkan Keppres silahkan naik biar tidak terjadi polemik. Belum diumumkan harga sudah naik. Itulah yang dikhawatir kalau harga sudah naik turunnya susah," katanya.

Sementara itu, dari berita sebelumnya pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, pada Rabu (10/10/2018), akan mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium menjadi Rp 7.000 per liter. Tak berselang lama rencana harga Premium itu pun ditunda naik sekitar pukul 17.40 WIB.

Ini Kata Ahli Geologi ITB tentang Potensi Likuifaksi di 10 Kecamatan di Bandung jika Terjadi Gempa

Peduli Korban Gempa, 60 Gitaris Gelar Konser di Bentara Budaya Jakarta Malam Ini

Penulis: Ery Chandra
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved