Pelaku Pasar Merespons Negatif, Rupiah Kembali Melemah ke Level Rp 15.268 Per Dollar AS

“Para pelaku pasar juga merespons negatif kejatuhan pasar saham global, khususnya di AS pada perdagangan kemarin,” katanya.

Pelaku Pasar Merespons Negatif, Rupiah Kembali Melemah ke Level Rp 15.268 Per Dollar AS
kontan
Ilustrasi penukaran uang 

TRIBUNJABAR.ID,  JAKARTA - Kurs rupiah terhadap dollar Amerika Serikat dibuka melemah pada perdagangan Kamis (11/10).

Berdasarkan data Bloomberg pukul 10.00 WIB, kurs rupiah melemah 0,44% ke level Rp 15.268 per dollar AS.

Analis Monex Investindo Futures, Faisyal mengatakan, pelemahan rupiah disebabkan oleh kecemasan para pelaku pasar terhadap diturunkannya proyeksi pertumbuhan ekonomi global oleh IMF pada tahun ini dari 3,9% menjadi 3,7%.

“Para pelaku pasar juga merespons negatif kejatuhan pasar saham global, khususnya di AS pada perdagangan kemarin,” katanya.

Selain itu, sentimen ekspektasi kenaikan suku bunga acuan AS oleh The Federal Reserves di bulan Desember masih membayangi rupiah walaupun Presiden AS, Donald Trump, mengkritik kebijakan agresif tersebut.

Lalu Lintas di 5 Ruas Jalan di Bandung akan Direkayasa Pekan Depan, Berikut Panduannya

Di sisi lain, belum ada sentimen positif dari dalam negeri yang bisa menopang pergerakan rupiah. Justru para pelaku pasar sempat dilanda kekhawatiran akibat ketidakpastian kenaikan harga BBM oleh pemerintah.

“Pasar melihat kenaikan harga minyak dunia bisa membebani APBN dan CAD jika tidak ada respons dari pemerintah Indonesia,” terang Faisyal.

Fakta-fakta Mengejutkan Pesta Seks di Surabaya, Cara Pelaku Dapat Mangsa, hingga Tarif Layanan

Hingga penutupan nanti, belum ada tanda-tanda rupiah bakal mengalami penguatan. Rupiah baru berpeluang menguat pada akhir pekan nanti. Itu pun bergantung pada hasil data CPI AS yang dirilis malam nanti.

Faisyal memprediksi, hari ini rupiah akan bergerak di kisaran Rp 15.220—Rp 15.280 per dollar AS.

Editor: Kisdiantoro
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved