Menristekdikti Resmikan Industri-Katalis Pendidikan Teknik Kimia ITB

Program pembangunan dan penegakan Industri-Katalis Pendidikan ITB ini telah didahului oleh serangkaian penelitian eksploratif dalam merancang dan mens

Menristekdikti Resmikan Industri-Katalis Pendidikan Teknik Kimia ITB
Tribun Jabar/Resi Siti Jubaedah
Menristekdikti, Mohamad Nasir, di Gedung Labtek X No. 12, Jalan Ganesha, Bandung, Kamis (11/10/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Resi Siti Jubaedah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, Mohamad Nasir, meresmikan Industri-Katalis Pendidikan (Catalyst Teaching Industry).

Peresmian tersebut dilaksanakan di Laboratorium Teknik Reaksi Kimia dan Katalis, Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, ITB (TRK ITB) pada Kamis (11/10/2018).

Program ini merupakan penguatan inovasi yang diperoleh oleh TRK ITB sejak tahun 2017, dan tahun ini merupakan pelaksanaan program tahun kedua.

Program pembangunan dan penegakan Industri-Katalis Pendidikan ITB ini telah didahului oleh serangkaian penelitian eksploratif dalam merancang dan mensintesis katalis.

Program tersebut merupakan inovasi katalis untuk memproduksi bensin dan bahan kimia dari minyak kelapa sawit.

Dalam penelitian eksploratif ini, ITB bekerja sama dengan berbagai Industri semisal PT Pertamina, dan PT. Pupuk Iskandar Muda.

Teater Fosil SMAN 1 Jatinangor dan Nyi Mas Basa Sunda Satu Visi

Jadwal Liga 1 2018 Pekan ke-25 - Empat Tim Papan Atas Lakoni Big Match

Katalis ini untuk produksi bahan bakar nabati dari minyak nabati, dan akan diuji-cobakan di beberapa unit komersial milik PT.Pertamina (Persero).

Katalis untuk produksi avtur nabati dari minyak inti sawit akan diuji-cobakan di RU-IV Cilacap, dan katalis untuk produksi diesel nabati dari minyak sawit akan diuji-cobakan di RU-II Dumai.

Menrisetdikti, Mohamad Nasir, mengatakan bahwa peningkatan minyak kelapa sawit ini untuk menjadi bio gasoline, bio aftur, maupun bio diesel, agar indonesia tidak perlu mengimpor BBM.

Selama ini, BBM di Indonesia dipasok dari fosil dan harus membayar 16,7 Miliar Dollar AS per tahun.

"Kami bandingkan dengan dari fosil yang selama ini BBM kita di-supply dari fosil. Dari fosil ini 30% impor, akibatnya Indonesia harus membayar 16,7 milyar dolar per satu tahun. Kalau bisa diselesaikan di Indonesia, punya palm oil besar, kelapa sawit besar, atau minyak sawit, maupun inti sawit bisa manfaatkan untuk bahan bakar, ini akan mendorong Indonesia memproduksi ini, sehingga tidak perlu impor untuk BBM ini," ujar Mohamad Nasir, di Gedung Labtek X No. 12, Jalan Ganesha, Bandung, Kamis (11/10/2017).

Ditemukan Grup FB Gay Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya Akan Gelar Deklarasi Anti LGBT

Lirik Naik-naik Ke Puncak Gunung yang Diubah Fadli Zon Ternyata Berasal dari Nyanyian Habib Rizieq

Penulis: Resi Siti Jubaedah
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved