Menristekdikti Mohamad Nasir: Orang Indonesia Itu Gila Gelar

Mohamad Nasir mengatakan, berbagai cara harus dilakukan untuk mengubah pandangan masyarakat

Menristekdikti Mohamad Nasir: Orang Indonesia Itu Gila Gelar
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir saat mengisi kuliah umum enterpreneurship diera revolusi industri di Kampus Almasoem, Jalan Raya Bandung - Garut, Kabupaten Sumedang, Kamis (11/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG- Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, menyebutkan jumlah perguruan tinggi di Indonesia jauh lebih banyak dibandingkan dengan negara Cina.

Kendati jumlah perguruan tinggi lebih banyak dibandingkan Cina, daya saing sumber daya manusia (SDM) di Indonesia masih terbilang cukup rendah.

"Jumlah perguruan tinggi di Indonesia mencapai 4.579, sedangkan di Cina hanya sekitar 2.800-an," kata Mohamad Nasir pada kuliah umum 'Entrepreneurship di Era Revolusi Industri' di Kampus Almasoem, Jalan Raya Bandung-Garut, Kabupaten Sumedang, Kamis (11/10/2018).

Menurutnya, tolok ukur bahwa kesuksesan di Indonesia adalah hanya memiliki gelar sehingga mengabaikan kemampuan daya saing.

Fakta Terbaru Tsunami Palu: Ketinggian Tsunami 11,3 Meter dan Tempuh 468 meter untuk Capai Daratan

Janji Indro Warkop untuk Mendiang Istrinya Ini Doaku dan Anak Agar Kamu Tak Kesakitan Lagi

Musnahkan Burung Emprit yang Dianggap sebagai Hama, 45 Juta Orang Tewas Kelaparan

"Kalau tidak dapat gelar, menganggap tidak sempurna. Saya sebutkan orang Indonesia itu gila gelar, gelarnya gila-gilaan, masih jauh dengan Cina," kata Nasir.

Mohamad Nasir mengatakan, berbagai cara harus dilakukan untuk mengubah pandangan masyarakat bila mengenyam pendidikan tinggi, tolok ukurnya hanya gelar, bukan menghadirkan sesuatu yang baru.

"Jangan sampai hanya mencetak pengangguran baru," katanya.

Wilayah yang sangat luas, katanya, sama sekali tidak menjamin Indonesia dikatakan sebagai negara maju, bila masih tidak melirik potensi.

"Brazil negara besar tetapi bukan negara maju. Singapura negara kecil tetapi maju, bila Indonesia ingin maju, hanya ada satu, yaitu inovasi," katanya.

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved