Gempa Donggala

Mahasiswa Korban Gempa Donggala dan Palu Bisa Lanjut Kuliah Melalui E-Learning

Mahasiswa korban gempa Palu dan Donggala bisa melanjutkan kuliah melalui program e-Learning.

Mahasiswa Korban Gempa Donggala dan Palu Bisa Lanjut Kuliah Melalui E-Learning
Tribun Jabar/Resi Siti Jubaedah
Menristekdikti, Mohamad Nasir, di Gedung Labtek X No. 12, Jalan Ganesha, Bandung, Kamis (11/10/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Resi Siti Jubaedah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Mahasiswa korban gempa Palu dan Donggala bisa melanjutkan kuliah melalui program e-Learning.

Hal itu disampaikan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, Mohamad Nasir, ketika ditemui setelah peresmian Industri-Katalis Pendidikan Teknik Kimia di ITB  di Gedung Labtek X No. 12, Jalan Ganesha, Bandung, Kamis (11/10/2017).

"Telah melakukan observasi ke sana (Palu) langsung, saya datang pada tanggal 3 Oktober bersama presiden, saya mendampingi beliau, bagaimana menyelesaikan (masalah) mahasiswa di Palu. Kami selesaikan pertama bukan mahasiswanya dulu, tetapi mengevakuasi korban gempa dulu, baik dari dosen, mahasiswa, dan karyawan," ujar Mohamad Nasir, di Gedung Labtek X No. 12, Jalan Ganesha, Bandung, Kamis (11/10/2017).

Victor Igbonefo: Saya Ingin Sekali Juara Bersama Persib Bandung, Inilah Saatnya!

Setelah itu, pihaknya mendata mahasiswa yang ada di Palu.

Tak hanya itu, soal nasib mahasiswa dan kampus akan terus diupayakan, agar kampus tetap berjalan baik.

Maka Kemenrisetdikti akan bekerja sama dengan perguruan tinggu lain melalui sistem e-Learning, yakni dengan kuliah jarak jauh.

"Kuliah ke depan bagaimana kami lakukan? Supaya kampus bisa bergerak, bisa berjalan baik, maka kami akan bekerja sama dengan perguruan tinggi lain, yaitu dengan sistem e-Learning, yaitu dengan kuliah jarak jauh," ujar Mohamad Nasir.

Jika kuliah jarak jauh atau e-Learning dapat dilakukan, maka aktivitas kampus di Palu akan tergerak.

"Kalau ini, bisa kuliah dengan jarak jauh, aktivitas kampus di Palu akan tergerak, jangan sampai terjadi eksodus, jangan sampai mereka pindah ke kampus lain," ujar Mohamad Nasir.

Mahasiswa akan tetap berkuliah di sana dan akan dibantu dengan universitas lainnya.

"Tetap kuliah di sana, nanti dibantu teman-teman perguruan tinggi lain, contoh dengan UI, ITB, IPB, tergantung mana yang bisa kita hubungkan," ujar Mohamad Nasir.

Mayat Bayi Laki-laki Ditemukan Terbungkus Keresek, Kondisinya Memprihatinkan

Rincian Korban Tewas Gempa dan Tsunami di Sulawesi Tengah: Palu 1.663, Donggala 171

Menyapa Generasi Milenial Lewat Workshop Film Pendek Menjadi Indonesia

Penulis: Resi Siti Jubaedah
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help