Kena Sanksi, Arema Pilih Tak Ajukan Banding, Bahkan Rela Jika Dihukum 10 Tahun

Arema FC mendapat sanksi larangan menggelar pertandingan tanpa penonton pada laga kandang. Aremania juga dilarang memberikan dukungan langsung di stad

Kena Sanksi, Arema Pilih Tak Ajukan Banding, Bahkan Rela Jika Dihukum 10 Tahun
Surya/Ndaru Wijayanto
Aparat keamanan mengamankan dua suporter yang sempat dikeroyok Aremania saat laga Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (5/10/2018). 

TRIBUNJABAR.ID, MALANG - Kemenangan Arema FC atas Persebaya Surabaya, Sabtu (6/10/2018) lalu, harus dibayar mahal.

Pasalnya karena pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan suporter Arema, kini Singo Edan harus menanggung sanksi yang diputuskan Komisi Disiplin PSSI.

Arema FC mendapat sanksi larangan menggelar pertandingan tanpa penonton pada laga kandang. Aremania juga dilarang memberikan dukungan langsung di stadion sampai akhir musim kompetisi 2018.

Dirigen Aremania, Yuli Sumpil, bahkan dilarang masuk ke stadion di seluruh wilayah Indonesia seumur hidupnya.

Tak hanya itu, Arema FC juga mendapat sanksi denda Rp 100 juta karena menyalakan flare dan pelemparan botol.

Ucapan Benny Moerdani yang Buat Soeharto Marah, Hubungan Retak Hingga Dicopot Secara Tiba-tiba

KPAID Kab Tasikmalaya Minta Akun Grup Gay di Medsos Diblokir, Diskominfo : Itu di Luar Kewenangannya

Terkait sanksi berat yang didapat, Iwan Budianto, CEO Arema FC, mengatakan bahwa pihaknya akan menerima dan menjalankan sanksi yang telah diberikan Komdis PSSI.

Bahkan dia mengaku siap mendapat sanksi lebih dari ini apabila itu memang untuk kemajuan sepakbola Indonesia.

"Jangankan dihukum sampai akhir musim, sejujurnya Arema FC ikhlas jika harus dihukum 10 tahun tanpa penonton dan sanksi lainnya, asalkan mampu membawa revolusi perubahan perilaku positif bagi suporter Indonesia. Kami siap menjadi martir perubahan kebaikan dalam sepakbola kita," kata Iwan Budianto, Kamis (11/10/2018) petang.

Tak hanya itu, Iwan juga menegaskan klubnya tak akan mengajukan banding atas sanksi yang dipastikan dapat merugikan Arema FC ini, khususnya secara finansial.

"Kami tidak akan mengajukan banding. Namun akan berada di barisan terdepan untuk membangun kesadaran para suporter utamanya Aremania agar berubah menjadi lebih baik," jelasnya. (Surya/Dya Ayu)

Rekayasa Lalin di Sejumlah Jalan Akan Diberlakukan saat Gelaran Tasik Oktober Festival Berlangsung

Generasi Milenial Jadi Target Sasaran Paham Radikalisme, Ini Cara BNPT dan FKPT untuk Mencegahnya

Sikapi Pemilihan Rektor Unpad, Menristekdikti Pastikan Akan Segera Lakukan Evaluasi

Editor: Theofilus Richard
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved