Ini Kata Ahli Geologi ITB tentang Potensi Likuifaksi di 10 Kecamatan di Bandung jika Terjadi Gempa

Imam menjelaskan, fenomena likuifaksi secara sederhana dapat diartikan sebagai perubahan material yang padat,

Ini Kata Ahli Geologi ITB tentang Potensi Likuifaksi di 10 Kecamatan di Bandung jika Terjadi Gempa
tribunnews.com
Kerusakan akibat fenomena likuifaksi gempa Palu 

Imam menjelaskan, jika posisi tanah ini berada di suatu kemiringan, tanah dapat 'bergerak' menuju bagian bawah lereng secara gravitasional, seakan dapat 'berjalan' dengan sendirinya.

Sehingga benda yang berada di atasnya, seperti rumah, tiang listrik, pohon, dan lain sebagainya ikut terbawa.

"Secara lebih spesifik, kejadian ini disebut sebagai aliran akibat likuifaksi (flow liquefaction). Efek dari likuifaksi juga kadang-kadang berbeda kalau kekuatan gesek tanahnya belum terlampaui, tekanan air pori yang naik cukup kuat, hanya mengakibatkan retakan-retakan di tanah tersebut. Dan dari retakan-retakan itu akan muncul air yang membawa material pasir," ujarnya.


Contoh kejadian ini, kata Imam, banyak dijumpai di gempa Lombok.

Seringkali ada lubang air di permukaan yang membawa pasir, atau suatu sumur tiba-tiba terisi pasir.

Itu semuanya sebenarnya juga akibat likuifaksi, yang dikenal sebagai produk cyclic mobility.

Dia menjelaskan, potensi likuifaksi pada suatu tempat bisa diidentifikasi, bahkan bisa dihitung.

Secara sederhana, dari jenis tanahnya saja yang umumnya berupa pasir, sampai dengan pendekatan analitik kuantitatif, dengan menghitung indeks potensi likuifaksi.

Secara umum likuifaksi terjadi pada wilayah yang rawan gempa, muka air tanah dangkal dan tanahnya kurang terkonsolidasi dengan baik.

"Memang terkadang agak susah (mengetahui likuifaksi), tapi dalam tingkatan yang paling sederhana, kalau bangunan kita duduk di atas material tanah pasir yang lepas, dengan muka air tanah yang relatif dangkal, dan berada pada daerah berpotensi gempa tinggi," katanya.

Penulis: Yongky Yulius
Editor: Ichsan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved