3 Bulan Air PDAM Tak Ngalir, Warga Kampung Jamaras Jatihandap Bandung Andalkan Pompa Air Pabrik

"Pompa ini hampir 24 jam digunakan warga untuk mengambil air bersih,"ujarnya.

3 Bulan Air PDAM Tak Ngalir, Warga Kampung Jamaras Jatihandap Bandung Andalkan Pompa Air Pabrik
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Sejumlah warga antre mengambil air bersih di RT 03 RW 02, Kampung Jamaras, Kelurahan Jatihandap, Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung, Rabu (10/10/2018). Dalam sebulan terakhir warga di RW ini terpaksa harus mengambil air bersih setiap hari dengan bergantian memompa, akibat pasokan air dari PDAM sudah tidak lagi mengalir ke rumah-rumah mereka. Sementara janji pemerintah dalam Program Kotaku untuk penyediaan pengeboran air artesis pertengahan September 2018 hingga sekarang belum terealisasi. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Pulloh Anwari

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Musim kemarau yang melanda Kota Bandung mulai memberikan dampak bagi warga.

Seperti yang terjadi di Kampung Jamaras, RT 03/02, Kelurahan Jatihandap, Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung, Kamis (11/10/2018).

Warga mulai mengeluhkan air PDAM yang sudah tidak mengalir lagi ke rumah-rumah mereka.

Kesal Dilarang Jual Ganja, Heri Tendang Ibu dan Bacok Adik, Terpaksa Ditembak Polisi

"Sudah tiga bulan air dari PDAM tidak mengalir. Warga kini memanfaatkan air pompa dari bekas perusahaan tekstil yang memberikan air ke warga," ujar Ketua RW 02 Kampung Jamaras, Deni (43) di Kampung Jamaras, Rabu (11/10/2018).


Deni mengatakan, warga di sini setiap hari selama tiga bulan ini memanfaatkan pompa air. Mereka membawa jeriken untuk menampung air. Pompa air ini pun setiap hari dipergunakan oleh warga.

"Pompa ini hampir 24 jam digunakan warga untuk mengambil air bersih,"ujarnya.


Deni mengatakan, ia sudah menyampaikan keluhan soal ini kepada camat dan lurah setempat. Ia pun meminta kejelasan kepada pemerintah mengenai Program Kotaku untuk penyediaan pengeboran air artesis.

"Saya kemarin sudah mengeluhkan krisis air di Kampung Jamaras, pihak lurah ataupun camat responnya baik, katanya program ini bulan September baru jalan, tapi sekarang belum ada," ujarnya.

Deni berharap kepada pemerintah agar krisis air di tempat tinggalnya segera dituntaskan.

Penulis: Syarif Pulloh Anwari
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved