Tidak Melampirkan Keterangan Pernah Jadi Napi, Dua Caleg di Purwakarta Terancam Dicoret

KPU Purwakarta yang sudah mengumumkan Daftar Calon Tetap (DCT) akhirnya menemukan ada dua Caleg Purwakarta yang mantan napi.

Tidak Melampirkan Keterangan Pernah Jadi Napi, Dua Caleg di Purwakarta Terancam Dicoret
tribunjabar/haryanto
Ilustrasi: Rapat pleno di kantor KPU Purwakarta 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Setelah menerima informasi dari masyarakat, KPU Purwakarta yang sudah mengumumkan Daftar Calon Tetap (DCT) akhirnya menemukan ada dua Caleg Purwakarta yang mantan napi.

Hal itu tidak terdeksi KPU, karena saat pendaftaran, keduanya tidak menyertakan keterangan bahwa yang bersangkutan adalah mantan narapidana narkoba.

Oleh karena itu, karena dianggap tidak memenuhi syarat, kini Caleg dari PKB dan Partai Berkarya itu terancam dicoret dari DCT Pemilu 2019 untuk tingkat Kabupaten Purwakarta.

KPAI Sebut 70 Persen Orang Menjadi LGBT karena Pengaruh Lingkungan

Persib Bandung Kini Fokus Hadapi Persipura Jayapura, Bakal Lebih Lama Tinggal di Papua

Gunung Salak Dikabarkan Meletus Teramati dari Satelit, Ini Penjelasan PVMBG Selengkapnya

Ketua KPU Purwakarta, Ahmad Ikhsan Faturrahman mengatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan rapat pleno untuk membahas temuan tersebut.

"Pleno nanti akan memutuskan apakah caleg yang bersangkutan memenuhi syarat atau tidak, secara prinsip PKPU menjadi patokan kami," kata Ahmad saat ditemui di kantor KPU Purwakarta, Jalan Flamboyan, Nagri Kaler, Purwakarta, Rabu (10/10/2018).

Setelah rapat pleno dilakukan, hasilnya akan langsung diserahkan ke Bawaslu Purwakarta untuk ditinjau dan dimintai rekomendasi terkait kasus itu.

Dua Caleg yang terancam dicoret karena dianggap tidak memenuhi syarat itu adalah AAR dari PKB Dapil VI dan LH dari Partai Berkarya Dapil V.

Kata Ahmad, hal ini tidak akan menjadi masalah jika yang bersangkutan telah melampirkan form bukti mantan napi pada awal pendaftaran.

"Kalau dilihat dari masalah administrasinya, ini berawal dari peserta yang mendaftar tidak terbuka, yang bersangkutan tidak melampirkan hal itu (surat bahwa dia mantan napi)," ujarnya.

Kebakaran Lahan di Cirebon Diduga Akibat Orang Gila Membakar Sampah [VIDEO]

Guru yang Doktrin Siswa Agar Benci Jokowi Akhirnya Minta Maaf, Ini Isi Suratnya

Halaman
12
Penulis: Haryanto
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved