Hubungan Sesama Jenis Memicu Gangguan Kejiwaan

Lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT), bukan penyakit kejiwaan, tetapi pelaku dapat beresiko mengalami gangguan kejiwaan.

Hubungan Sesama Jenis Memicu Gangguan Kejiwaan
shutterstock
Ilustrasi gay 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Resi Siti Jubaedah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT), bukan penyakit kejiwaan, tetapi pelaku dapat beresiko mengalami gangguan kejiwaan.

Hal itu diungkapkan dokter spesialis kejiwaan Teddy Hidayat, ketika ditemui setelah acara Forum Kesehatan Jiwa Jawa Barat, Bandung Zoo, Rabu (10/10/2018).

"Bukan penyakit jiwa tetapi beresiko untuk mengalami gangguan jiwa," ujar Teddy Hidayat.


Golkar Jabar Wajibkan Calegnya Raih Minimal 0,1 Persen Suara di Dapilnya

KPK Eksaminasi Laporan Indonesialeaks Terkait Dugaan Pengrusakan Barang Bukti oleh Penyidik KPK

Ia menyebut remaja yang berperilaku LGBT sudah banyak.

Mereka beresiko mengalami masalah semisal konflik dengan lingkungan, hingga konflik dengan dirinya sendiri.

Bahkan ada resiko untuk menularkan virus HIV, sehingga harus ditangani secara baik.

"LGBT remajanya banyak, mereka beresiko mengalami masalah, artinya, tentu ada konflik dengan lingkungan, ada konflik dengan dirinya sendiri, ada resiko untuk menularkan virus HIV, dan ini harus tangani dengan baik," ujar Teddy Hidayat pada Tribun Jabar.

Kebakaran Lahan di Cirebon Diduga Akibat ODGJ Membakar Sampah

Alisha Kembali Raih Emas Cabang Bowling untuk Kota Bandung pada Porda Jabar XIII di Bogor

Penulis: Resi Siti Jubaedah
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help