Gempa Donggala

Hampir 75.000 Pengungsi Gempa Palu Butuh Bantuan, ACT Kirim Bantuan Via Kapal Kemanusiaan

Berdasarkan data yang diperoleh dari ACT pusat, korban yang meninggal mencapai 6944, hampir 7000 jiwa.

Hampir 75.000 Pengungsi Gempa Palu Butuh Bantuan, ACT Kirim Bantuan Via Kapal Kemanusiaan
Tribun Jabar/Resi Siti Jubaedah
Renno I. Mahmoeddin saat memberikan sambutan di acara pelepasan bantuan untuk Palu dan Donggala melalui Kapal Kemanusiaan di SMKN 9 Bandung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Resi Siti Jubaedah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Korban bencana alam tsunami dan gempa di Palu dan Donggala, masih membutuhkan bantuan.

Kepala Cabang Act Jawa Barat, Renno I. Mahmoeddin, saat ditemui Tribun Jabar di Jalan Soekarno Hatta, KM.10 Bandung, Selasa (9/10/2018), menjelaskan kondisi terkini di Palu dan Donggala.

Sekitar hampir 75000 pengungsi masih membutuhkan bantuan untuk melanjutkan hidupnya.

"Pengungsi sangat banyak hampir 75000. Nah ini yang 75k itu yang membutuhkan peran kita bagaimana mereka melanjutkan hidupnya sehingga kehidupannya bisa layak seperti kita saat ini," ujar Renno I. Mahmoeddin.

Menurutnya, berdasarkan data yang diperoleh dari ACT pusat, korban yang meninggal mencapai 6944, hampir 7000 jiwa.

Bupati Bandung Barat Pastikan Akan Pecat ASN yang Positif Konsumsi Narkoba

"Paling banyak ini di daerah Petobo dan Palu kalo gak salah 5000an, sisanya yang tersebar," ujar Renno I. Mahmoeddin.

Tim ACT Jawa Barat tadi pagi mengirimkan bantuan. Barang-barang yang akan dikirim ke Palu diangkut ke Jakarta, Tanjung Priok, untuk didistribusikan melalui kapal laut yang dinamai Kapal Kemanusiaan.

Bantuan yang terkumpul didistribusikan menggunakan truk sebanyak enam truk. Bantuan tersebut tidak akan berhenti begitu saja, ACT akan terus membuka uluran tangan dari Jaww Barat, yang ajab memberikan bantuan untuk Palu dan Donggala.

"Jadi tidak akan berhenti sampau disini, InsyaAllah sampai detik inipun masih tetap menbuka uluran tangan dari seluruh warga Jawa Barar, baik membantu dalam bentuk materi, maupun hal hal lain seperti kerelawanan," ujar Renno I. Mahmoeddin.

Pasha Ungu Cerita ke Anak, Rumah Dinas di Palu Terbelah 4 Setelah Gempa, Tembok dan Beton Terpisah

Halaman
12
Penulis: Resi Siti Jubaedah
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help