Grup Gay Pelajar di Facebook

Tak Hanya Polisi, Pemkab Garut Pun Selidiki Grup Gay di Medsos yang Libatkan Siswa SMP dan SMA

Pemkab Garut segera melakukan penyelidikan terhadap beredarnya grup gay yang melibatkan siswa SMP dan SMA.

Tak Hanya Polisi, Pemkab Garut Pun Selidiki Grup Gay di Medsos yang Libatkan Siswa SMP dan SMA
Tribun Jabar/Firman Wijaksana
Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman saat ditemui di depan rumahnya, Senin (8/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Pemkab Garut segera melakukan penyelidikan terhadap beredarnya grup gay yang melibatkan siswa SMP dan SMA.

Disinyalir ada 2 ribu lebih gay dari kalangan siswa tersebut.

Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, mengaku sangat prihatin terhadap keberadaan penyuka sesama jenis di Garut.

Informasi tersebut juga membuka kesadaran seluruh pihak bahwa fakta sosial di media sosial banyak ditemui gay.

Said Aqil Ajak Warga NU Sukseskan Kemenangan Tokoh NU Maruf Amin di Pilpres 2019

20 Korban Gempa dan Tsunami Palu Asal Garut Tiba di Kota Dodol, 15 Orang Lagi Tiba Besok

"Tentu hal ini buat kami di Muspida (musyararah pimpinan daerah) sudah lakukan koordinasi. Pak Kapolres juga sedang menyelidiki. Kami pun melalui Diskominfo juga melalukan penyelidikan," ujar Helmi saat ditemui di kediamannya, Perum Intan Balarea, Senin (8/10/2018).

Penyelidikan oleh Diskominfo, lanjutnya, untuk mengetahui sejauh mana aktivitas para gay di media sosial.

Di luar media sosial, pihaknya sudah melakukan langkah-langkah aksi untuk menyelamatkan generasi muda.

"Kami sudah lakukan komunikasi untuk menyelamatkan anak muda dari gangguan penyimpangan seksual," ucapnya.

Helmi yang juga menjabat Ketua Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Garut, sudah melakukan pemantauan sejak beberapa tahun lalu.

Kemarau Panjang, Warga Andalkan Air Situ Sipatahunan [VIDEO]

Jadwal Siaran Langsung Persib Bandung vs Madura United - Catat Waktunya, Jangan Sampai Terlewat

Menurutnya, para lelaki tersebut mengalami disorientasi seksual. Dari sisi psikologi, seharusnya mereka tertarik kepada lawan jenis.

"Dari sisi lingkungan mereka cenderung eksklusif. Kemudian sisi kesehatan tentu ada kekhawatiran berkembangnya atau menularnya HIV aids," katanya.

Kontribusi penyumbang HIV aids paling banyak, tuturnya, berasal dari lelaki seks lelaki (LSL). Sudah ada beberapa contoh kasus HIV aid karena LSL.

"Kondisi SMP dan SM masih labil, masih cari jati diri mereka. Cari masukan dari berbagai media dan orang. Orang tua harus mampu awasi dan bina anak-anaknya," ujarnya. (*)

Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help