Mengenal Batik Khas Kabupaten Kuningan, Produknya Keren, Sayang Perajinnya Masih Sedikit

Batik Kuningan memiliki ciri khas tiga ikon Kabupaten Kuningan, yaitu Kuda, Bokor Emas, dan Ikan Dewa.

Mengenal Batik Khas Kabupaten Kuningan, Produknya Keren, Sayang Perajinnya Masih Sedikit
tribunjabar/siti masithoh
Sutisna saat menunjukkan batik khas Kuningan bermotif Kuda. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Masithoh

TRIBUNJABAR.ID, KUNINGAN - Indonesia sangat kaya akan kain batik. Hampir setiap daerah di Indonesia, memiliki potensi batik.

Batik juga seolah melekat pada perkembangan fashion Indonesia.

Tak hanya diminati oleh orang dalam negeri, batik juga kerap diminati pembeli dari mancanegara.

Data Tahun 2015, Jumlah Gay di Garut 3.300 Orang, Setiap Bulan 2 Orang Terjangkit HIV

Sama halnya di Kabupaten Kuningan, ada tiga sentra batik serta sejumlah perajin batik.

Batik Kuningan memiliki ciri khas tiga ikon Kabupaten Kuningan, yaitu Kuda, Bokor Emas, dan Ikan Dewa.

Adapula beberapa motif batik lainnya yaitu Gunung Ciremai, Perjanjian Linggarjati, dan lainnya yang berkaitan dengan sejarah di Kuningan.


Batik Kuningan baru mulai dibuat tahun 2008. Saat itu baru ada satu sentra batik, yaitu di Nisya Batik, Desa Cikubangsari, Kecamatan Kramatmulya.

"Batik Kuningan masih dalam proses rintisan, masih jarang dan hanya ada beberapa kelompok perajin," ujar pemilik Nisya Batik, Sutisna, saat ditemui di Nisya Batik,  Desa Cikubangsari, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, Minggu (9/10/2018).


Sentra perajin batik lainnya ada di Jalaksana dan Linggarjati.

"Memang ada beberapa, tapi kalau yang terlama dari tahum 2008 mah di sini," katanya.

Batik Kuningan juga dibuat dengan beberapa teknik, di antaranya batik tulis dan batik canting cap.

Penulis: Siti Masithoh
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help